Selasa, 29 Desember 2009

Manfaat Tanaman Wijaya Kusuma

Selasa, 29 Desember 2009 | 0 komentar

Manfaat Tanaman Wijaya Kusuma

Wijaya kusuma
(Epiphyllum anguliger)
Sinonim :


Familia :
Cactaceae


Uraian :
Wijayakusuma (Epiphyllum anguliger) termasuk jenis kaktus, divisi anthophita, bangsa opuntiales dan kelas dicotiledoneae. Jenis kaktus terdapat sekitar 1.500 jenis (famili). Tanaman kaktus dapat hidup subur di daerah sedang sampai tropis. Demikian juga tanaman wijayakusuma. Bunga wijayakusuma hanya merekah beberapa saat saja dan tidak semua tanaman wijayakusuma dapat berbunga dengan mudah, tergantung dari iklim, kesuburan tanah dan cara pemeliharaan. Pada umumnya tanaman jenis kaktus sukar untuk ditentukan morfologinya, tetapi wijayakusuma dapat dilihat dengan jelas mana bagian daun dan mana bagian batangnya, setelah tanaman ini berumur tua. Batang pohon wijayakusuma sebenarnya terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan mengecil. Helaian daunnya pipih, berwarna hijau dengan permukaan daun halus tidak berduri, lain halnya dengan kaktus-kaktus pada umumnya. Pada setiap tepian daun wijayakusuma terdapat lekukan-lekukan yang ditumbuhi tunas daun atau bunga . Wijayakusuma dapat tumbuh baik ditempat yang tidak terlalu panas.




Nama Lokal :
Wijayakusuma (Indonesia);




Penyakit Yang Dapat Diobati :
Luka;

Pemanfaatan :
1. Luka
Bahan: 1 helai daun wijayakusuma
Cara membuat: ditumbuk halus
Cara menggunakan: dioleskan pada luka, kemudian dibalut verban.

Komposisi :
kandungan kimia : Tumbuhan wijayakusuma mempunyai daya ampuh untuk meredam rasa sakit dan mampu menetralisir pembekuan darah. Wijayakusuma juga memiliki daya yang dapat mempercepat masaknya luka abses. Komposisi kandungan kimia yang terdapat pada tumbuhan ini belum ada penelitian.

Manfaat Waru

Waru
(Hibiscus tiliaceus L.)
Sinonim :
--

Familia :
malvaceae.


Uraian :
Tumbuhan tropis berbatang sedang, terutama tumbuh di pantai yang tidak berawa atau di dekat pesisir. Waru tumbuh liar di hutan dan di ladang, kadang-kadang ditanam di pekarangan atau di tepi jalan sebagai pohon pelindung. Pada tanah yang subur, batangnya lurus, tetapi pada tanah yang tidak subur batangnya tumbuh membengkok, percabangan dan daun-daunnya lebih lebar. Pohon, tinggi 5-15 m. Batang berkayu, bulat, bercabang, warnanya cokelat. Daun bertangkai, tunggal, berbentuk jantung atau bundar telur, diameter sekitar 19 cm. Pertulangan menjari, warnanya hijau, bagian bawah berambut abu-abu rapat. Bunga berdiri sendiri atau 2-5 dalam tandan, bertaju 8-11 buah, berwarna kuning dengan noda ungu pada pangkal bagian dalam, berubah menjadi kuning merah, dan akhirnya menjadi kemerah-merahan. Buah bulat telur, berambut lebat, beruang lima, panjang sekitar 3 cm, berwarna cokelat. Biji kecil, berwarna cokelat muda. Daun mudanya bisa dimakan sebagai sayuran. Kulit kayu berserat, biasa digunakan untuk membuat tali. Waru dapat diperbanyak dengan biji.




Nama Lokal :
NAMA DAERAH Sumatera: kioko, siron, baru, buluh, bou, tobe, baru, beruk, melanding. Jawa: waru, waru laut, waru lot, waru lenga, waru lengis, waru lisah, waru rangkang, wande, baru. Nusa Tenggara: baru, waru, wau, kabaru, bau, fau. Sulawesi: balebirang, bahu, molowahu, lamogu, molowagu, baru, waru. Maluku: war, papatale, haru, palu, faru, haaro, fanu, halu, balo, kalo, pa. Irian jaya: kasyanaf, iwal, wakati. NAMA ASING Tree hibiscus. NAMA SIMPLISIA Hibisci tiliaceus Folium (daun waru), Hibisci tiliaceus Flos (bunga waru).




Penyakit Yang Dapat Diobati :
Daun berkhasiat antiradang, antitoksik, peluruh dahak, dan peluruh kencing. Akar berkhasiat sebagai penurun panas dan peluruh haid.

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang digunakan adalah daun, akar, dan bunga.

INDIKASI
Daun waru digunakan untuk pengobatan :
TB paru-paru, batuk, sesak napas,
Radang amandel (tonsilitis),
Demam,
Berak darah dan lendir pada anak, muntah darah,
Radang usus,
Bisul, abses,
Keracunan singkong,
Penyubur rambut, rambut rontok,

Akar digunakan untuk mengatasi :
terlambat haid,
demam.

Bunga digunakan untuk pengobatan :
radang mata.

CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, gunakan daun segar sebanyak 50-100 g atau 15-30 g bunga. Rebus dan air rebusannya diminum.

Untuk pemakaian luar, giling daun waru segar secukupnya sampai halus. Turapkan ramuan ini pada kelainan kulit, seperti bisul atau gosokkan pada kulit kepala untuk mencegah kerontokan rambut dan sebagai penyubur rambut.

CONTOH PEMAKAIAN:
TB Paru
1.Potong-potong 1 genggam daun waru segar, lalu cuci seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa sekitar 3/4-nya. Setelah dingin, saring dan tambahkan air gula ke dalam air saringannya, lalu minum, sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas minum.
2.Sediakan daun waru, pegagan (Centella asiatica L.), dan daun legundi (Vitex trifolia L.) (masing-masing 1/2 genggam), 1/2 jari bidara upas (Merremia mammosa Lour.), 1 jari rimpang kencur (Kaempferia galanga L.), dan 3 jari gula enau. Cuci semua bahan-bahan tersebut, lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam periuk tanah atau panci email. Masukkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4nya. Setelah dingin, saring dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

Batuk
Cuci 10 lembar daun waru segar, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali, masing-masing 1/3 bagian. Sebelum diminum, tambahkan madu secukupnya.

Batuk berdahak
Cuci 10 lembar daun waru yang masih muda sampai bersih, lalu tambahkan gula batu seukuran telur burung merpati. Tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali minum, masing-masing 1/3 bagian.

Radang amandel
Cuci 1 genggam daun waru segar, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya digunakan untuk berkumur (gargle), terus diminum, sehari 3-4 kali, setiap kali cukup seteguk.

Radang usus
Makan daun waru muda yang masih kuncup sebagai lalap.

Berak darah dan lendir pada anak
Cuci 7 lembar daun waru muda (yang masih kuncup) sampai bersih. Tambahkan 1/2 cangkir air sambil diremas-remas sampai airnya mengental seperti selai. Tambahkan gula aren sebesar kacang tanah sambil diaduk sampai larut. Peras dan saring menggunakan sepotong kain halus. Minum air saringan sekaligus.

Muntah darah
Cuci 10 lembar daun waru segar sampai bersih, lalu giling halus. Tambahkan 1 cangkir air minum sambil diremas-remas. Selanjutnya, saring dan tambahkan air gula secukupnya ke dalam air saringannya, lalu minum sekaligus.

Rambut rontok
Cuci 301embar daun waru segar dan 20 daun randu segar ( Ceiba pentandra Gaertn.), lalu giling sampai halus. Tambahkan 2 sendok makan minyak jarak dan air perasan 1 buah jeruk nipis, sambil diaduk sampai rata. Saring ramuan tersebut menggunakan sepotong kain sambil diperas. Gunakan air perasannya untuk menggosok kulit kepala sambil dipijat ringan. Lakukan sore hari setelah mandi, lalu bungkus rambut dengan handuk atau sepotong kain. Selanjutnya, cuci rambut keesokan harinya. Lakukan 3 kali seminggu.

Penyubur rambut
Cuci 15 lembar daun waru muda, lalu remas-remas dalam 1 gelas air bersih sampai airnya seperti selai. Selanjutnya, peras dan saring menggunakan sepotong kain. Embunkan cairan yang terkumpul selama semalam. Keesokan paginya, gunakan cairan tersebut untuk membasahi rambut dan kulit kepala. Alhasil, kepala menjadi sejuk dan rambut akan tumbuh lebih subur.

Bisul
Cuci 5 lembar daun waru segar, lalu gi

Komposisi :
Daun mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol, sedangkan akarnya mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.

Manfaat Wortel

Wortel
(Daucus carota, Linn.)
Sinonim :
Daucus carota, Linn.

Familia :
Apiaceae


Uraian :
Wortel (Daucus carota) adalah tumbuhan sayur yang ditanam sepanjang tahun. Terutama di daerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembab, kurang lebih pada ketinggian 1200 ineter di atas permukaan laut. Tumbuhan wortel mernbutuhkan sinar matahari dan dapat turnbuh pada sernua musim. Wortel mempunyai batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah (tangkai daun) yang muncul dari pangkal buah bagian atas (umbi akar), mirip daun seledri. Wortel menyukai tanah yang gembur dan subur. Menurut para botanis, wortel (Daucus carota) dapat dibedakan atas beberapa jenis, di antaranya: WORTEL (Daucus carota, Linn.) - jenis imperator, yakni wortel yang memiliki umbi akar berukuran panjang dengan ujung meruncing dan rasanya kurang manis. - jenis chantenang, yakni wortel yang memiliki umbi akar berbentuk bulat panjang dan rasanya manis. - jenis mantes, yakni wortel hasil kornbinasi dari jenis wortel imperator dan chantenang. Umbi akar wortel berwarna khas oranye.




Nama Lokal :
Carrot (Inggris), Carotte (Perancis), Bortel (Belanda); Wortel (Indonesia), Bortol (Sunda), Wortel, Ortel (Madura); Wortel, Wortol, Wertol, Wertel, Bortol (Jawa);




Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kejang Jantung, Eksim, Cacing Kremi, Mata minus;

Pemanfaatan :
1. Kejang Jantung
Bahan: umbi wortel, 2 sendok madu, dan 1 potong gula aren;
Cara membuat: wortel diparut dan diperas dengan 2 gelas air,
kemudian dioplos dengan bahan lainnya sampai merata;
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.

2. Eksim
a. Bahan:1 umbi wortel dan 1 sendok teh kapur sirih;
Cara membuat: wortel diparut dan dicarnpur dengan kapur sirih
sampai merata;
Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit dan
dibalut dengan verban.

b. Bahan: 3 umbi wortel;
Cara membuat: diparut dan disedu dengan 2 gelas air masak;
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.

3. Cacing Kremi
Bahan: 5-7 umbi wortel, garam dan santan kelapa secukupnya;
Cara membuat: wortel diparut, kemudian ditambah dengan bahan
lainnya;
Cara menggunakan: diperas dan disaring, kemudian diminum
menjelang tidur malam.

4. Mata Minus
Bahan: umbi wortel secukupnya;
Cara membuat: diparut dan diperas untuk diambil airnya;
Cara menggunakan: diminurn setiap pagi hari secara teratur.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Wortel (Daucus carota) mempunyai nilai kandungan Vitamin A yang tinggi yaitu sebesar 12000 SI. Sementara komposisi kandungan unsur yang lain adalah kalori sebesar 42 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,3 gram, hidrat arang 9,3 gram, kalsium 39 miligram, fosfor 37 miligram, besi 0,8 miligram, vitamin B 1 0,06 miligram, dan vitamin C 6 miligram. Komposisi di atas diukur per 100 gram.

Manfaat Urang Aring

Urang-Aring
(Eclipta alba (L.) Hassk.)
Sinonim :
= Eclipta prostrata, (Linn.) = E. alba et marginata, Boiss. = E. erecta et prostratan, Linn. = E. erecta, Linn. = E. parcifloran Wall. = E. philippinensis Gandog. = E. thermalis Bunge - Verbesina alba, Linn.

Familia :
Compositae (Asteraceac)


Uraian :
Jenis tanaman liar bertangkai banyak, tumbuh di tempat terbuka seperti di pinggir jalan, tanah lapang, pinggir selokan, dari tepi pantai sampai ketinggian 1.500 m. di atas permukaan laut. Tinggi tanaman mencapai 80 cm., posisi tumbuh tegak kadang-kadang berbaring. Batang bulat berwarna hijau kecoklat-coklatan, berambut agak kasar warna putih. Daun warna hijau bentuk bulat telur memanjang, ujung daun meruncing, pinggir bergerigi halus atau hampir rata, kedua permukaan daun berambut, terasa agak kasar. Bunga majemuk berbentuk bongkol warna putih kecil-kecil. Buahnya memanjang, pipih, keras dan berbulu.




Nama Lokal :
Goman, urang aring (jawa), te-lenteyan (Madura),; Daun sipat, keremak janten (Sumatera), Daun tinta (Banda); Mo han lian (China).;




Penyakit Yang Dapat Diobati :
Muntah darah, mimisan, kencing darah, berak darah, Hepatitis; Diare, Perdarahan rahim, Kurang gizi, Keputihan, Ubanan;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI: Seluruh tanaman, segar atau kering.

KEGUNAAN:
1. Menghentikan perdarahan pada muntah darah (hematemesis),
batuk darah (hemoptoe), mimisan (epistaxis), kencing darah
(hematuria), berak darah (melena), perdarahan rahim (uterine
bleeding).
2. Chronic hepatitis, diare,
3. Kurang gizi pada anak (infantile malnutrition).
4. Keputihan (leucorrhoe),
5. Rambut memutih (ubanan) pada usia muda.
6. Neurasthenia.

PEMAKAIAN: 30-120 gram segar. Atau dikeringkan dijadikan
bubuk.

PEMAKAIAN LUAR:
Herba segar dilumatkan dibubuhkan ke tempat yang sakit, atau
herba segar direbus, untuk cuci pada : Eczema, tinea pedis (jamur), koreng (termasuk koreng di kepala), luka berdarah, gusi bengkak, penyubur rambut.

1. Gusi bengkak:
Yang segar dipanggang sampai kering, dijadikan bubuk (dengan
pengolahan). Oleskan bubuk tersebut ke tempat yang sakit.

2. Penyubur rambut:
1 genggam daun eclipta alba dilumatkan, ditambah air 2 gelas,
saring. Air saringan tersebut diembunkan satu malam.
Cara pemakaian: kulit kepala dibasahi sambil dipijat-pijat, sehari
sekali.

3. Koreng di kepala:
Eclipta alba secukupnya direbus, airnya untuk cuci kepala,
ampasnya digosokkan ke koreng. Atau
herba segar dilumatkan, air perasannya dioleskan ke koreng.

CARA PEMAKAIAN:
1. Keputihan:
30 gram eclipta alba segar ditambah sari (kaldu) ayam ditim, minum.

2. Mimisan:
1 genggam eclipta alba segar dicuci, kemudian dilumatkan, peras.
Air perasannya ditambah 5 sloki air putih, ditim supaya panas.
Minum sehari 2 kali, sesudah makan.

3. Diare: 30 gram eclipta alba segar direbus, minum.

4. Batuk darah:
60 gram eclipta alba segar dilumatkan, diperas.
Air perasannya diseduh air hangat, minum.

5. Muntah darah:
120 gram herba segar dilumatkan, air perasannya ditambah air
kencing anak kecil secukupnya, minum.

OBAT PATEN: Qiangshengbuganpian.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Manis, asam, sejuk. Menghentikan perdarahan. (Hemostatic), menurunkan panas (antipyretic), anti racun (antitoxic). Herba ini masuk meridian hati dan ginjal. KANDUNGAN KIMIA: Ecliptine, AlfaTerthienylmethanol, 2-(Buta-1,3-diynyl)-5-(but-3-en-1-ynyl) thiophene, 2-(Buta-1,3-diynyl)-5-(4-chloro-3-hydroxybut-1-ynyl) thiophene, 5-(3-Buten-1-ynyl)-2,2'-bithienyl-5'-methyl acetate, wedelolactone.

Manfaat Ubi Kayu

Ubi Kayu
(Manihot esculenta, Crautz.)
Sinonim :


Familia :
Euphorbiaceae


Uraian :
Ubi kayu (manihot esculenta) termaasuk tumbuhan berbatang pohon lunak atau getas (mudah patah). Ubi kayu berbatang bulat dan bergerigi yang terjadi dari bekas pangkal tangkai daun, bagian tengahnya bergabus dan termasuk tumbuhan yang tinggi. Ubi kayu bisa mencapai ketinggian 1-4 meter. Pemeliharaannya mudah dan produktif. Ubi kayu dapat tumbuh subur di daerah yang berketinggian 1200 meter di atas permukaan air laut. Daun ubi kayu memiliki tangkai panjang dan helaian daunnya menyerupai telapak tangan, dan tiap tangkai mempunyai daun sekitar 3-8 lembar. Tangkai daun tersebut berwarna kuning, hijau atau merah.




Nama Lokal :
Cassava (Inggris), Kasapen, sampeu, kowi dangdeur (Sunda); Ubi kayu, singkong, ketela pohon (Indonesia); Pohon, bodin, ketela bodin, tela jendral, tela kaspo (Jawa);




Penyakit Yang Dapat Diobati :
Reumatik, Demam, Sakit kepala, Diare, Cacingan, Mata kabur; Nafsu makan, Luka bernanah, Luka baru kena panas;

Pemanfaatan :
1. Reumatik
a. Bahan: 5 lembar daun ubi kayu, 1/4 sendok kapur sirih.
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus.
Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak/bobok pada
bagian yang sakit.

b. Bahan: 1 potong batang ubi kayu.
Cara membuat : direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih
hingga tinggal 4 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

2. Demam
a. Bahan: 1 potong batang daun ubi kayu.
Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih,
kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

b. Bahan: 3 lembar daun ubi kayu.
Cara membuat: ditumbuk halus.
Cara menggunakan: dipergunakan sebagai kompres.

3. Sakit Kepala
Bahan: 3 lembar daun ubi kayu.
Cara membuat: ditumbuk halus.
Cara menggunakan: dipergunakan sebagai kompres.

4. Diare
Bahan: 7 lembar daun ubi kayu.
Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga
tinggal 2 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Bila anak
yang masih menyusui yang kena diare, ibunya yang meminum.

5. Mengusir cacing perut
Bahan: kulit batang ubi kayu secukupnya.
Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga
tinggal 1 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum menjelang tidur malam.

6. Mata sering kabur
Bahan: daun ubi kayu secukupnya.
Cara membuat: direbus, diberi bumbu garam dan bawang putih
secukupnya.
Cara menggunakan: dimakan bersama nasi setiap hari.

7. Menambah nafsu makan
Bahan: daun ubi kayu secukupnya.
Cara membuat: direbus, diberi bumbu garam dan bawang putih
secukupnya.
Cara menggunakan: dimakan bersama nasi dan sambal tomat.

8. Luka bernanah
a. Bahan: batang daun ubi kayu yang masih muda.
Cara membuat: ditumbuk halus.

b. Bahan: 1 potong buah ubi kayu.
Cara membuat: diparut.
Cara menggunakan: dibobokan pada bagian tubuh yang luka

9. Luka baru kena barang panas (mis. knalpot)
Bahan: 1 potong buah ubi kayu.
Cara membuat: diparut dan diperas untuk diambil airnya, dan
dibiarkan beberapa saat sampai tepung (patinya = jawa) mengendap.
Cara menggunakan: tepung (pati) dioleskan pada bagian tubuh yang
luka.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Ubi kayu mempunyai komposisi kandungan kimia ( per 100 gram ) antara lain : - Kalori 146 kal - Protein 1,2 gram - Lemak 0,3 gram - Hidrat arang 34,7 gram - Kalsium 33 mg - Fosfor 40 mg - Zat besi 0,7 mg Buah ubi kayu mengandung ( per 100 gram ) : - Vitamin B1 0,06 mg - Vitamin C 30 mg - dan 75 % bagian buah dapat dimakan. Daun ubi kayu mengandung ( per 100 gram ) : - Vitamin A 11000 SI - Vitamin C 275 mg - Vitamin B1 0,12 mg - Kalsium 165 mg - Kalori 73 kal - Fosfor 54 mg - Protein 6,8 gram - Lemak 1,2 gram - Hidrat arang 13 gram - Zat besi 2 mg - dan 87 % bagian daun dapat dimakan. Kulit batang ubi kayu mengandung tanin, enzim peroksidase, glikosida dan kalsium oksalat.

Manfaat Turi

Turi
(Sesbania grandiflora (L.) Pers.)
Sinonim :
= Agati grandiflora, Desv.

Familia :
Papilionaceae


Uraian :
Turi umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias, di tepi jalan sebagai pohon pelindung, atau ditanam sebagai tanaman pembatas pekarangan. Tanaman ini dapat ditemukan di bawah 1.200 m dpl. Pohon 'kurus' berumur pendek, tinggi 5-12 m, ranting kerapkali menggantung. Kulit luar berwarna kelabu hingga kecoklatan, tidak rata, dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan, lapisan gabus mudah terkelupas. Di bagian dalam berair dan sedikit berlendir. Percabangan baru keluar setelah tinggi tanaman sekitar 5 m. Berdaun majemuk yang letaknya tersebar, dengan daun penumpu yang panjangnya 0,5-1 cm. Panjang daun 20-30 cm, menyirip genap, dengan 20-40 pasang anak daun yang bertangkai pendek. Helaian anak daun berbentuk jorong memanjang, tepi rata, panjang 3-4 cm, lebar 0,8-1,5 cm. Bunganya besar dalam tandan yang keluar dari ketiak daun, letaknya menggantung dengan 2-4 bunga yang bertangkai, kuncupnya berbentuk sabit, panjangnya 7-9 cm. Bila mekar, bunganya berbentuk kupu-kupu. Ada 2 varietas, yang berbunga putih dan berbunga merah. Buah bentuk polong yang menggantung, berbentuk pita dengan sekat antara, panjang 20-55 cm, lebar 7-8 mm. Biji 15-50, letak melintang di dalam polong. Akarnya berbintil-bintil, berisi bakteri yang dapat memanfaatkan nitrogen, sehingga bisa menyuburkan tanah. Daun, bunga dan polong muda dapat dimakan sebagai sayur atau dipecel. Daun muda setelah dikukus kadang dimakan oleh ibu yang sedang menyusui anaknya untuk menambah produksi asi, walaupun baunya tidak enak dan berlendir. Bunganya gurih dan manis, biasanya bunga berwarna putih yang dikukus dan dimakan sebagai pecel. Daun dan ranting muda juga merupakan makanan ternak yang kaya protein. Turi juga dipakai sebagai pupuk hijau. Daunnya mengandung saponin sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sabun setelah diremas-remas dalam air untuk mencuci pakaian. Sari kulit batang pohon turi digunakan untuk menguatkan dan mewarnai jala ikan. Kulit batang turi merah kadang dijual dengan nama kayu timor. Turi berbunga merah lebih banyak dipakai dalam pengobatan, karena memang lebih berkhasiat. Mungkin kadar taninnya lebih tinggi, sehingga lebih manjur untuk pengobatan luka ataupun disentri. Perbanyakan dengan biji atau stek batang.




Nama Lokal :
Turi, toroy, (Jawa). turi (Sumatera). tuli, turi, turing, ulingalo,; suri, gongo gua, kaju jawa (Sulawesi). tuwi, palawu, kalala; gala-gala, tanumu, ghunga, ngganggala (Nusa tenggara);




Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sariawan, disentri, diare, scabies, cacar air, keseleo, terpukul, ; Keputihan, batuk, beri-beri, sakit kepala, radang tenggorokan; Demam nifas, produksi ASI, hidung berlendir, batuk, rematik, luka;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI: Kulit batang, bunga, daun, akar.

KEGUNAAN:
Kulit batang (terutama bagian pangkalnya):
- Sariawan
- Disentri, diare
- Scabies
- Cacar air
- Demam dengan erupsi kulit

Daun:
- Keseleo
- Memar akibat terpukul (hematoma)
- Luka
- Keputihan (fluor albus)
- Batuk
- Hidung berlendir, sakit kepala
- Memperbanyak produksi ASI
- Beri-beri
- Demam nifas
- Radang tenggorokan

Bunga:
- Memperbanyak dan memperlancar pengeluaran ASI
- Hidung berlendir

Akar:
- Pegal linu (rheumatism)
- Batuk berdahak

PEMAKAIAN :
Untuk minum: Kulit batang turi merah bagian pangkal sebesar ibu jari direbus.
Pemakaian luar : Kulit batang secukupnya ditumbuk halus, untuk pemakaian setempat seperti scabies. Daun segar setelah ditumbuk halus, diikatkan pada bagian tubuh yang memar atau keseleo.

CARA PEMAKAIAN:
1. Sariawan
a. Kulit batang segar secukupnya diremas-remas dalam air, untuk
kumur-kumur. Lakukan 3 kali sehari.
b. Kulit batang sebesar ibu jari direbus, minum. Lakukan beberapa
kali.

2. Sariawan, sakit tenggorokan :
Daun secukupnya dicuci bersih lalu diremas-remas dalam air matang.
Digunakan untuk kumur-kumur pada tenggorokan (gargle).

3. Radang tenggorokan :
Segenggam daun turi merah direbus dengan air bersih secukupnya.
Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur. Lakukan
kumur-kumur sebanyak 4 kali sehari.

4. Disentri berak darah:
Kulit batang sebesar ibu jari dari pohon turi yang bunganya merah
direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, setelah
dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.

5. Kuku jari bengkak akibat tersandung atau terpukul:
Daun secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Taruh diatas
kuku yang sakit dan kulit sekitarnya, lalu dibalut. Ganti 2-3 kali
sehari. Bekukan darah dibawah kuku akan hilang dan sakitnya akan
berkurang.

6. Keputihan:
Segenggam daun turi putih dan kunyit sebesar ibu jari dicuci bersih
lalu digiling halus. Tambahkan 3/4 cangkir air minum, diaduk merata
lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

7. Batuk:
Daun turi merah dan daun inggu masing-masing 1 genggam dicuci
lalu ditumbuk halus, tambahkan air perasan sebuah jeruk pecel.
Aduk merata, lalu diperas dan disaring, minum.

8. Batuk berdahak:
Akar turi sebesar jari telunjuk dicuci bersih lalu digiling halus,
tambahkan 1/2 cangkir air masak dan 1 sendok madu. Aduk sampai
merata, lalu diperas dan disaring dengan sepotong kain. Minum.

9. Penambah ASI:
a. Daun turi yang masih muda dikukus, dimakan sebagai lalab
matang.
b. Bunga dari turi putih dimasak, makan.

10. Pegal linu:
Akar dari pohon turi berbunga merah secukupnya digiling halus,
tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur.
Gosokkan kebagian badan yang sakit.

11. Cacar air, demam dengan erupsi kulit:
Kulit batang sebesar ibu jari direbus dengan air secukupnya.
Setelah dingin disaring, minum.

12. Hidung berlendir, sakit kepala:
Segenggam daun dan bunga digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir
air masak. Aduk merata, lalu diperas dan disaring. Minum.

13. Demam nifas:
Daun turi 1/3 genggam dicuci bersih lalu digiling sampai halus.
Tambahkan 3/4 cangkir air minum dan sedikit garam. Diperas dan
disaring, lalu diminum.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Bunga: Pelembut kulit, pencahar, penyejuk. Kulit batang: Mengurangi rasa sakit (analgetik), penurun panas (anti piretik), pencahar, pengelat (astringen), perangsang muntah, tonik. Daun: Mencairkan gumpalan darah, menghilangkan sakit, pencahar ringan, peluruh kencing (diuretik). KANDUNGAN KIMIA: Kulit batang: Tanin, egatin, zantoagetin, basorin, resin, calsium oksalat, sulfur, peroksidase, zat warna. Daun: Saponin, tanin, glikoside, peroksidase, vitamin A dan B. Bunga: Kalsium, zat besi, zat gula, vitamin A dan B.



read more

Khasiat Kumis Kucing

0 komentar

Khasiat Kumis Kucing


Kumis kucing (Orthosiphon Spicatus BBS) berbentuk semak, batangnya basah, tingginya bisa mencapai 1,5 meter itu. Bisa tumbuh di tempat yang kering maupun basah pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, tanaman ini memiliki daun berbentuk telur taji, tepi daunnya bergerigi kasar. Bunganya mengeluarkan benang sari dan putik berwarna putih atau ungu.

Tanaman ini memiliki sejumlah khasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Daunnya mengandung kadar kalium (boorsma) yang cukup tinggi. Ia juga mengandung glikosida orthosiphonin yang berkhasiat untuk melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh. Terutama dari kandung kemih, empedu dan ginjal.

Menurut buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia karya Dr Setiawan Dalimartha, seperti dikutip situs pusat data perhimpunan rumah sakit seluruh Indonesia (Persi), bunga tanaman kumis kucing merupakan bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung percabangan. Warnanya ungu pucat atau putih sedangkan benang sarinya lebih panjang dari tabung bunga. Buah kumis kucing berupa buah kotak dan berbentuk bulat telur. Tanaman ini bisa diperbanyak dengan biji maupun setek batang.

Herba tanaman ini rasanya manis namun sedikit pahit. Herba kumis kucing ini bisa digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit yaitu infeksi ginjal akut dan kronis, rematik, tekanan darah tinggi, kencing manis, kencing batu serta infeksi kandung kencing. Untuk mengobati penyakit infeksi ginjal dan hipertensi, cuci 30 gram herba segar kumis kucing, herba daun sendok dan rumput lidah ular. Rebus itu semua dalam tigha gelas air sampai hanya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring airnya lalu diminum setengah gelas sebanyak dua kali sehari.

Bagi yang menderita infeksi saluran kencing, sering buang air kecil (volume sedikit dan anyang-anyangan), bisa dicoba penyembuhannya dengan ramuan herba segar daun kumis kucing, meniran, dan akar alang-alang masing-masing 30 gram lalu dicuci sampai bersih. Bahan-bahan tersebut selanjutnya dipotong-potong seperlunya lalu direbus dalam tiga gelas air hingga hanya tersisa setengahnya. Setelah dingin, air tersebut kemudian diminum masing-masing setengah gelas sebanyak tiga kali sehari.

Untuk mengobati kencing batu, 90 gram herba kumis kucing dicuci bersih lalu direbus dalam satu liter air hingga mendidih dan tersisa 750 cc. Setelah dingin, minumlah sebanyak tiga kali sehari masing-masing sepertiga bagian. Minumlah ramuan ini hingga penyakitnya sembuh.
Sumber : http://www.pandaisikek.net/index.php?option=com_content&task=view&id=118&Itemid=44

Minggu, 06 September 2009

Si Kecut Jeruk Nipis


BANYAK manfaat yang bisa diambil dari jeruk nipis. Salah satunya adalah membuat kulit menjadi putih dan halus. Manfaat ini tentu menjadi berita gembira bagi kaum hawa yang mendambakan kulit putih dan halus. Bagaimana memanfaatkannya, apa khasiat lain dari jeruk nipis?

Di antara 1300 jenis jeruk, jeruk nipis atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Citrus Aurantium, memiliki manfaat yang paling banyak. Jeruk nipis merupakan bahan dasar ramuan obat kecantikan tradisional di Indonesia. Hampir semuanya mencantumkan nama jeruk nipis sebagai bahan dasar, baik buah maupun daunnya.

Secara umum, buah jeruk kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Dalam kandungan 100 g jeruk nipis, terdapat kalori 51 kal, protein 0,9 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 11,4 g, mineral 0,5 g, kalsium 33 mg, fosfor 23 mg, besi 0,4 mg dan asam askorbat 49 mg.

Selain memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, jeruk nipis juga mengandung asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonen, felandren, lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat, linali-lasetat, aktilaldehid, nildehid) damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang vitamin B1 dan C. Sedangkan daun, buah dan bunganya mengandung minyak terbang.

Rasa jeruk nipis yang masam bisa membantu membersihkan nikotin yang terdapat pada gigi dan mulut orang yang suka merokok. Di Indonesia jeruk nipis sering dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung.

Jeruk nipis juga efektif mencegah timbulnya batu ginjal. Jeruk nipis mengandung sitrat yang tinggi, sementara banyak penderita batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah. Kandungan sitrat jeruk nipis lokal (citrus aurantifolia swingle yang bulat) sepuluh kali lebih besar dibanding kandungan sitrat pada jeruk keprok atau enam kali lipat dari jeruk manis. Kandungan sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogramnya.

Memutihkan Kulit

Menusia memiliki warna kulit yang tidak sama satu sama lain. Selain faktor genetik, ada juga beberapa faktor lain, seperti iklim dan cuaca. Kulit wajah adalah bagian yang paling penting, khususnya bagi kaum wanita. Karena itu, kaum wanita melakukan beberapa upaya untuk membuat kulit wajah menjadi putih bersih dan menarik.

Semula, baik kedokteran maupun di salon kecantikan, memutihkan kulit dilakukan dengan cara pengelupasan sel-sel mati oleh produk dengan bahan-bahan aktif. Menurut dr Irma Bernadette Simbolon MD, Kepala Divisi Dermatologie Kosmetik Cempaka Rumah Sakit Cipto Mengunkusumo, hanya dengan mengkonsumsi dan membalur tubuh (bagian-bagian tertentu pada tubuh) dengan jeruk nipis, kulit menjadi lebih putih.

"Selain kaya gizi, jeruk juga kaya akan zat kimia seperti bioflanid, minyak atsiri limonen, asam sitrat, linalin asetat, dan fellandren yang dapat menyembuhkan penyakit batuk, menurunkan demam, meningkatkan gairah seksual, dan membuat suara merdu. Salah satu manfaat jeruk nipis di bidang kecantikan adalah kandungan vitamin C yang dapat membuat kulit menjadi putih, halus, dan kencang," ungkapnya.

Buah ini memiliki kandungan vitamin C yang bermanfaat sebagai antioksidan. Vitamin C yang memiliki ikatan L dalam setiap molekulnya, bagus untuk mencerahkan warna kulit. "Jeruk nipis juga memenuhi syarat sebagai buah untuk merawat dan menambah kecantikan," tambah wanita yang akrab disapa Irma ini.

Dilanjutkan dr Irma, untuk mendapatkan kulit wajah yang putih dan halus, ada dua cara yang dapat dilakukan. "Untuk memutihkan dan menghaluskan kulit serta memperkecil pori-pori, bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan cara mengkonsumsinya. Karena dengan mengkonsumsi jeruk, kandungan vitamin C yang diserap oleh tubuh akan lebih maksimal. Kedua, menggunakan jeruk nipis dari luar dengan mengusapkan potongan jeruk nipis pada wajah dan kulit bagian tubuh yang dinginkan secara rutin setiap hari," jelasnya.

Bagi Anda yang ingin terlihat ramping, khasiat jeruk nipis juga dapat dicoba. Setiap pagi, siang dan malam, cobalah minum perasan air jeruk nipis dengan campuran air dan sedikit gula. Dengan cara ini, kerampingan Anda akan terjaga. Selain itu, jeruk nipis dapat mencegah Anda dari berbagai macam penyakit seperti yang diuraikan di atas. Sementara untuk rambut, jeruk nipis juga dapat menghilangkan ketombe.

Sabtu, 05 September 2009

Manfaat Buah Kelapa


  1. Keracunan Bahan: 1 butir kelapa hijau; Cara membuat: dilubangi ujungnya; Cara menggunakan: Airnya diminum sampai habis.
  2. Sakit panas dalam Bahan: 1 butir buah kelapa hijau dan 1 butir telor ayam kampung mentah; Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, telur ayam kampung yang masih mentah dipecah dan dibuang kulitnya, kemudian dimasukan ke dalam buah kelapa tersebut; Cara menggunakan: diminum pada siang hari.
  3. Sakit panas Bahan: 1 gelas air kelapa muda dan 1 sendok madu; Cara membuat: kedua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai rata; Cara menggunakan: Untuk dewasa: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Untuk balita: 2 kali sehari, 1/2 cangkir the;
  4. Demam berdarah Bahan: 1 butir buah kelapa dan 1 butir jeruk nipis; Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, kemudian air jeruk nipis dimasukan ke dalam buah kelapa dan diaduk sampai merata; Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
  5. Kencing batu Bahan: 1 butir buah kelapa hijau dan 1 butir telur ayam kampung mentah; Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, telur ayam kampung yang masih mentah dipecah dan dibuang kulitnya, kemudian dimasukan ke dalam buah kelapa tersebut. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
  6. Mengurangi sakit waktu haid Bahan: 1 gelas air kelapa hijau dan 1 potong gula aren; Cara membuat: Kedua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai merata; Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan sore, selama 3 hari berturut-turut.
  7. Influenza Bahan: 1/4 butir buah kelapa dan 1 rimpang kencur sebesar ibu jari; Cara membuat: buah kelapa dan kencur diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur merata, ditambah 1 gelas air masak dan diperas untuk diambil airnya; Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.
  8. Morbili Bahan: 2 helai daun kelapa kering, 1/2 genggam daun korokot, 1/2 rimpang dringo bengle, 1/2 genggam daun petai cina, adas pulawaras secukupnya; Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus; Cara mengunakan: digunakan sebagai bedak untuk seluruh tubuh si penderita.
  9. Mengusir cacing kremi Bahan: 1/4 butir buah kelapa dan 1 buah wortel; Cara membuat: buah kelapa dan wortel diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur, ditambah 1 gelas air, diperas dan disaring; Cara menggunakan: diminum malam hari menjelang tidur.
  10. Sakit gigi berlubang Bahan: tempurung (batok) Cara membuat: tempurung kelapa dibakar dan minyak yang keluar di pinggir api diambil dengan kapas dan digulung sebesar lubang gigi; Cara menggunakan : dimasukan ke dalam lubang gigi yang sakit.
  11. Ubanan Bahan: 1/2 butir buah kelapa tua , air buah kelapa itu sendiri; Cara membuat: buah kelapa diparut dan diperas dengan air kelapa itu sendiri untuk diambil santannya; kemudian air santan tersebut diberi garam secukupnya dan diaduk sampai merata, kemudian diembunkan semalam di luar rumah; Cara menggunakan: Sebagian dari santan tersebut dipergunakan untuk mengurut bagian yang beruban dan dibiarkan 10 -15 menit, sebagian santan lagi dipergunakan untuk keramas secara teratur 3 hari sekali.
  12. Ketombe Bahan: 1/2 butir buah kelapa tua dan 1/4 buah nanas, 1 butir jeruk nipis, 11/2 gelas air kelapa itu sendiri; Cara membuat: buah kelapa dan nenas diparut untuk diambil airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur sampai merata dan disaring; Cara menggunakan: dipergunakan untuk keramas 5 hari sekali.

Sumber : Sentra Informasi IPTEK

Jumat, 04 September 2009

Tanaman Serai Sebagai Anti Nyamuk


Selama ini, serai wangi dipakai untuk bumbu masak dan bahan pencampur jamu. Namun, ternyata serai wangi terutama batang dan daun bisa pula dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk. Ya, pasalnya tanaman serai wangi ini mengandung zat-zat seperti geraniol, metilheptenon, terpen-terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik, dan terutama adalah sitronelal. Zat sitronelal ini memiliki sifat racun kontak. Sebagai racun kontak, ia dapat menyebabkan kematian akibat kehilangan cairan secara terus-menerus sehingga tubuh nyamuk kekurangan cairan.
Secara sederhana kita dapat membuat ekstrak serai wangi. Caranya, sediakan 1 kg daun dan batang serai wangi, lalu cuci dan tiriskan sampai kering. Masukkan dalam blender, lalu haluskan. Masukkan hasil blenderan ke dalam 250 ml air, lantas rendam selama semalam. Setelah itu, saring dan masukkan ke dalam botol, lalu encerkan dengan aquades.
Untuk menggunakannya, tuangkan ekstrak serai wangi ke dalam alat penyemprot, lalu semprotkan ke tempat dimana nyamuk-nyamuk bersembunyi.
Tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) tumbuh berumpun dengan tinggi sekitar 50 - 100 cm. Daun tunggal berjumbai, panjang sampai 1 meter, lebar 1,5 cm, bagian bawahnya agak kasar, tulang daun sejajar. Batang tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek, dan berwarna putih. Akarnya serabut.
Perbanyakan dilakukan dengan pemisahan stek anakan. Stek diperoleh dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar namun tidak beruas. Potong sebagian daun stek atau kurangi hingga 3 - 5 cm dari pelepah daun. Sebagian akar juga dikurangi dan tinggalkan sekitar 2,5 cm di bawah leher akar. Setelah itu, ditanam di halaman rumah.

Manfaat Jambu Biji


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes melitus, Maag, Diare (sakit perut), Masuk angin, Beser; Prolapsisani, Sariawan, Sakit Kulit, Luka baru;

Pemanfaatan :

1. Diabetes Mellitus
Bahan: 1 buah jambu biji setengah masak
Cara membuat: buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian dan
direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk
diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

2. Maag
Bahan: 8 lembar daun jambu biji yang masih segar.
Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih,
kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.

3. Sakit Perut (Diare dan Mencret)
Bahan: 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya
Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih kemudian
disaring untuk diambil airnya
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

4. Sakit Perut atau Diare pada bayi yang masih menyusui
Bahan: jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya.
Cara menggunakan: dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut,
airnya ditelan dan ampasnya dibuang.

5. Masuk Angin
Bahan: 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai
merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter
air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.

6. Beser (sering kencing) berlebihan
Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 3 sendok bubuk
beras yang digoreng tanpa minyak (sangan = Jawa).
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2,5
gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum tiap 3 jam sekali 3 sendok makan.

7. Prolapsisani
Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji.
Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih,
kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: air ramuan tersebut dalam keadaan masih hangat
dipakai untuk mengompres selaput lendir poros usus (pusar) pada
bayi.

8. Sariawan
Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji.
Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih,
kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.

9. Sakit Kulit
Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 7 kuntum bunga
jambu biji.
Cara membuat: ditumbuk bersama-sama sampai halus
Cara menggunakan: untuk menggosok bagian kulit yang sakit.

10. Obat luka baru
Bahan: 3 pucuk daun jambu biji.
Cara membuat: dikunyah sampai lembut
Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian tubuh yang luka agar
tidak mengelurkan darah terus menerus.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Buah, daun dan kulit batang pohon jambu biji mengandung tanin, sedang pada bunganya tidak banyak mengandung tanin. Daun jambu biji juga mengandung zat lain kecuali tanin, seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin. Kandungan buah jambu biji (100 gr) – Kalori 49 kal – Vitamin A 25 SI – Vitamin B1 0,02 mg – Vitamin C 87 mg – Kalsium 14 mg – Hidrat Arang 12,2 gram – Fosfor 28 mg – Besi 1,1 mg – Protein 0,9 mg – Lemak 0,3 gram – Air 86 gram

Sumber : IPTEKnet

khasiat lidah buaya (aloevera)


Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung.

Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM.

Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.

Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.

Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Makanan Kesehatan

Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. “Misalnya lidah buaya juga mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin. Dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal,” katanya.

Mengandung Antioksidan
Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.

“Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan,” ujarnya. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.

Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar yang baik.

Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya. “Tapi, sejauh ini dari pasien saya yang mengonsumsi suplemen berbahan dasar lidah buaya, reaksi yang muncul adalah karena daya kerja obat yang melawan penyakit,” katanya.

Namun, yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.

“Memang tidak semua unsurnya rusak, tapi siapa yang mau hanya mendapat ampas? Karena itu, sebaiknya segera konsumsi ramuan lidah buaya, baik yang diracik atau yang sudah diolah, agar lebih terasa manfaatnya,” lanjutnya.

Ramuan Lidah Buaya

Radang tenggorokan
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.

Ambeien
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.

Sembelit
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

Diabetes melitus
Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

Penurun kadar gula darah
Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.

Penyubur rambut
Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

Batuk (yang membandel)
Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari. @ Suharso Rahman.

purwakarta.org


read more

Senin, 28 Desember 2009

Terapi Pijat untuk Anak-Anak Autisme

Senin, 28 Desember 2009 | 0 komentar
Copyright © 2003 Lampung Post. All rights reserved.
Senin, 26 April 2004
Terapi Pijat untuk Anak-Anak Autisme

Pijat menjadi alternatif pengobatan sebagian orangtua yang anaknya mengalami autisme.

SELAIN pengobatan medis, banyak orangtua yang anak-anaknya menderita autisme menempuh pengobatan alternatif, terapi pijat.

Sebenarnya, pijat bagi anak bukan barang aneh. Pijat pada bayi sangat dianjurkan karena bermanfaat merangsang sistem kerja saraf.

Mengomentari hal tersebut, Prof. H. Hembing Wijayakusuma mengatakan terapi pijat anak-anak autisme efektif memperlancar peredaran darah yang berfungsi mendistribusikan oksigen, nutrisi, dan mengangkut racun tubuh sehingga racun tidak mengendap dan menimbulkan penyakit.

Anak autisme di tubuhnya mengalami gangguan metabolisme, sehingga perlu terapi yang memungkinkan terjadinya optimalisasi proses sterilisasi tubuh dari penumpukan racun yang dapat meracuni sistem saraf otak.

Autisme dipandang sebagai gangguan perkembangan saraf disertai berbagai masalah, seperti gangguan pencernaan juga kepekaan. Aspek perkembangan saraf tidak lepas dari aspek internal tubuh, seperti hormon, enzim, daya tahan tubuh, dan ketahanan mental. Ini membuat terapi pijat tepat dijadikan terapi pendamping anak autisme.

Manfaat Pijatan

Pijatan pada daerah tertentu membuat saraf dan otot berkontraksi sehingga meningkatkan aliran darah dan menciptakan keseimbangan tubuh. Untuk intensitas terapi, tiap anak berbeda-beda. "Bergantung kondisi dan reaksi tubuh anak," ujar pria yang banyak menerima penghargaan di bidang pengobatan ini.

Sensasi rileks saat dipijat akan mempermudah anak tertidur. Ketika tidur, tubuh melakukan perbaikan menyeluruh termasuk kinerja otak, kontak mata, penguasaan kosa kata, mobilitas, sensitivasi, respons, juga interaksi. Di samping menenangkan dan mengatasai hiperaktivitas yang sering terjadi pada anak autisme.

Daerah pijatan meliputi kepala, punggung, dada, perut, leher, tengkuk, tangan, kaki, wajah, pelipis, dan mulut. Tiap daerah memiliki fungsi penyembuhan masing-masing, sehingga pemijatan harus dilakukan menyeluruh.

Misalnya, pijatan di kepala dapat merangsang sistem saraf, meningkatkan konsentrasi, juga menenangkan. Pijatan daerah punggung, dapat memperbaiki kinerja seluruh organ tubuh. Pijatan di dada akan mengangkut racun tubuh dan mengontrol metabolisme. Pijatan daerah perut, dapat menghilangkan gangguan pencernaan. Sedangkan di leher dapat meningkatkan kemampuan bicara dan memperlancar sirkulasi darah.

Pijatan di tengkuk dapat melancarkan sirkulasi darah ke susunan saraf dan menenangkan.

Pada tangan, dapat memperbaiki kinerja paru-paru, jantung, usus, pembuangan, juga melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.

Daerah kaki, akan mengatasi hiperaktif, agresif, dan merangsang sistem saraf pusat. Pijatan di wajah dapat memperbaiki kontak mata. Sedangkan pelipis, akan menurunkan ketegangan dan merangsang sistem saraf. Terakhir, pada mulut, dapat membantu mengoptimalkan saraf bicara.

Guna mendukung penyembuhan autisme, penderita ditekankan melakukan diet bebas makanan tertentu, terutama yang mengandung glutein dan kasein.

Kedua zat ini terdapat di buah dan sayuran tertentu, makanan yang mengandung zat pewarna atau MSG serta bahan makanan mengandung susu hewan, seperti keju, es krim, yoghurt atau margarin.

Keberhasilan terapi menyembuhkan autisme, secara umum mencapai 100 persen. Namun, semua bergantung kemampuan orangtua mendisiplinkan pengobatan, baik pijat maupun diet. Selain itu, kontinuitas terapi harus rutin dilakukan sampai anak mengalami perbaikan fungsi tubuhnya.

Balita Lebih Mudah Diobati

Puji Siswanto, ahli acupressure dari Bogor (Jabar), melakukan pengobatan terhadap anak-anak autisme dengan acupressure (pemijatan). Fungsi pemijatan yang dilakukan adalah membantu peredaran darah dan merilekskan susunan saraf menegang karena autisme.

Menurut dia, pengobatan anak autisme dengan pemijatan lebih efektif. Teknik penyembuhan anak autisme dengan menggunakan jarum (akupunktur) tidak bisa dilakukan. Hal ini disebabkan anak autisme cenderung hiperaktif dan banyak gerak dalam pengobatan.

Puji juga mengingatkan tidak semua anak hiperaktif terkena autisme. "Salah satu ciri anak autisme adalah tatapan matanya kosong," ujarnya.

Menurut Puji, anak autisme umumnya mengalami gangguan pencernaan, sehingga buang air besarnya tidak teratur. Hal ini disebabkan sistem pencernaannya terganggu, sehingga gizi dan vitamin dari makanan tidak dapat diserap tubuh. Kondisi tersebut berakibat terhambatnya pertumbuhan anak.

Teknik yang dilakukan Puji, pertama memperlancar sistem pencernaan lebih dulu. Alasannya, jika sistem pencernaan membaik, berarti gizi yang diserap dan mental anak berangsur normal, ujar pria kelahiran 7 Januari ini.

Untuk memperbaiki sistem pencernaan, anak akan dipijat pada beberapa titik meridian akupunktur, mulai dari bawah rahang, punggung hingga kaki. Pijatan ini merilekskan otot dan memperlancar aliran darah ke pencernaan.

Peran aktif orangtua anak autisme sangat diharapkan Puji. Bahkan, Puji melibatkan secara aktif orangtua untuk melakukan pemijatan di rumah. Hal ini penting karena titik tersebut merupakan inti pengobatan dan harus dilakukan tiap hari dengan pijatan yang ringan.

Oleh sebab itu, Puji yang mendapatkan keahlian memijat dari ayahnya ini, selalu memberi tahu orangtua anak tentang titik mana yang harus dipijat ringan karena tidak mungkin orangtua sang anak datang kepadanya setiap hari.

Jika orangtua cukup aktif melakukan pemijatan, dalam waktu satu bulan sudah dapat dilihat perkembangan yang luar biasa. Kemajuan itu akan lebih baik jika didukung kondisi anak yang masih muda sehingga titik meridian akupunkturnya masih mudah dibentuk sehingga aliran darah tetap stabil.

Menurut Puji, sebaiknya pengobatan anak autisme dilakukan sedini mungkin, setidaknya jangan lebih dari tiga tahun. "Jika sudah menginjak usia sekolah, pembuluh darahnya sudah mengeras sehingga sulit menormalkan," ujarnya.n SP/S-1


read more

MAKANAN UNTUK PENYANDANG AUTIS

0 komentar

MAKANAN UNTUK PENYANDANG AUTIS

Ditulis oleh farida | Ditulis di ABK | Ditulis tanggal 18 Sep 2008

Untuk mengetahui dengan pasti makanan apa saja yang tidak boleh dimakan harus menjalani test food allergy, dengan diambil sedikit darahnya dari ujung jari anak.
Dari situ akan lengkap teridentifikasi anak alergi makanan apa saja. tentu saja semua makanan yang alergi tersebut tidak boleh dikonsumsi. Setiap anak mempunyai alergi terhadap makanan yang berbeda.

Dalam jurnal dan tulisan ilmiah disebutkan sebaiknya anak autis mulai menjalani diet bebas gluten ( dalam tepung terigu, gandum), casein (dalam susu sapi), mengkonsumsi probiotik, mengkonsumsi vitamin dosis tinggi, dan terapi hormon.


Saat penyandang autis makan makanan yang mengandung tepung dan susu sapi, maka di dalam tubuhnya tidak menghasilkan enzim untuk mencerna gluten dan casein.

Akibatnya protein yang tercerna dengan baik akan diubah menjadi komponen kimia yang disebut opioid atau opiate. Opiaid bekerja seperti opium atau morfin yang bekerja sebagai toksin yang dapat mengganggu fungsi otak dan sistem imun.

Bisa dibayangkanlah efek morfin pada pengguna, meski gangguan tersebut berbeda-beda pada setiap individu.

Menurut Prof. Hembing Wijayakusuma, ada beberapa makanan yang harus
dihindari anak-anak autism, yaitu:

  • gluten seperti gandum dan produk olahannya;
  • casein seperti susu sapi dan produk olahannya;
  • MSG, zat warna (terutama zat pewarna merah), borax, pemanis buatan,
  • pengawet atau formalin dan zat-zat tambahan lainnya;
  • jeruk, pisang, apel, anggur
  • makanan kalengan, minuman bersoda, fastfood
  • saus tomat
  • kafein dan lain-lain

Bahan Makanan yang Disarankan:

  • lobak, wortel, kiwi, angco
  • biji-bijian seperti jali
  • biji teratai
  • akar alang-alang, direbus dengan air lalu diminum;
  • ayam kampung
  • ikan yang hidup di air yang tidak tercemar, seafood termasuk kerang dan lain-lain

CATATAN:

  • sayur, buah-buahan dan biji-bijian bisa dihaluskan terlebih dahulu;
  • dapat menggunakan gula untuk anak autis;
  • bagi anak autism yang tidak peka terhadap gula, dapat menggunakan gula sedikit saja;
  • minyak sayur/mentega yang digunakan disarankan yang berasal dari sayur-sayuran

Nutrien yang diperlukan (sumber: nutritional healing, 2006):
1. Calcium 1.500 mg/hari dan Magnesium 1.000mg/hari. Ini penting untuk kinerja otak yang normal dan fungsi sistem nervous
2. Choline 500-2.000mg/hari. Ini meningkatkan fungsi otak dan sirkulasi ke otak. Gunakan di bawah pengawasan medis
3. Co enzyme Q-10 dan Dimethylglycine 100mg/hari. Meningkatkan fungsi otak, pembawa oksigen ke otak
4. Vitamin B Kompleks. Berisi Vitamin B3 (50mg 3kali sehari), B5 (500mg perhari), B6 (50 mg 3 kali sehari). Ini penting untuk kinerja otak yang normal dan fungsi sistem nervous
5. vitamin C 5-20 gram/hari yang sangat ampuh untuk melawan radikal bebas


read more

AXOGY AIR MINUM OKSIGEN UNTUK AUTISME

0 komentar
AXOGY AIR MINUM OKSIGEN UNTUK AUTISME


AX
OGY
adalah air minum yang diolah menggunakan teknologi canggih sehingga mampu menghasilkan air minum dengan kandungan mineral an-organik yang rendah. Umumnya air mengandung oksigen antara 4 - 6 ppm, sedang air pegunungan kandungan oksigennya dapat mencapai 8 ppm. Dengan kemajuan teknologi, sekarang kadar oksigen dalam air dapat ditingkatkan hingga 80 ppm. Demikian halnya dengan AXOGY juga diproses melalui alat yang mampu meningkatkan serta mengikat kandungan oksigen yang ditambahkan ke dalam air minum (oksigen terlarut).

read more

Terapi Air Oksigen untuk Autisme

0 komentar

Terapi Air Oksigen untuk Autisme

Tidak mudah bagi orang tua untuk mendengar diagnose autisme yang diberikan oleh dokter pada anaknya. Pasti ada perasaan shock, takut, putus asa dan bingung. Seperti kisah ibu anita berikut ini:

Sikecil Romy suka bermain sendirian sejak berumur 2 tahun. Ia sering marah dan gusar bila ditemenin bermain bocah ini juga cenderung cuek terhadap lingkungannya. Romy tidak mau menyahut jika dipanggil, ia ogah berkomunikasi dengan siapapun. Ia asyik dengan dirinya sendiri.

Awalnya, ibunda, Nyonya Anita, menganggap putranya tak punya kelainan. Ia menyangka, Putranya cuma ogah ditemani. Tetapi, karena kebiasaan itu tak kunjung berubah sampai usia 3 tahun, bunda Anita mulai khawatir. Ia lantas membawa si kecil ke ahli psikiatri. Hasil analisis psikiater, Romy mengalami autisme. Nyonya Anita kaget bukan kepalang setelah mengetahui kondisi putranya, mengingat selama ini anak autisme tergolong sulit ditangani. Nyonya Anita pun tak habis pikir mengapa anaknya bisa terkena autism, mungkin hal ini juga dialami oleh anda dan keluarga ?

Ada banyak sekali teori mengenai penyebab Autism, mulai dari gangguan metabolism, keracunan bahan toksik, seperti mercury yang diklaim masuk ke tubuh anak dari imunisasi yang mengandung themirosal, sampai kelainan genetik. Juga adanya multiple food allergy, gangguan pencernaan, peradangan dinding usus, adanya exomorphin dalam otak (yang terjadi dari casein dan gluten), gangguan kesimbangan mineral tubuh, dan keracunan logam berat seperti timbal, (pb), mercury (Hg), Arsen (As), Cadminium (Cd), dan Antimoni(Sb). Logam-logam berat diatas semuanya berupa racun otak yang kuat . Belum lagi teori mitocondrial dysfunction, dan oxydative stress.

Hal-hal diatas diklaim mempengaruhi susunan saraf pusat sedemikian rupa, sehingga fungsi otak terganggu. Gangguan tersebut bisa memperberat gejala autisme yang sudah ada, atau bahkan bisa juga bekerja sebagai sebagai pencetus dari gejala timbulnya autisme.

Kaitan genetik dengan autisme muncul dari pernyataan Steven Scherer, peneliti di Unversitas Toronto Canada. Ia bersama para ilmuwan dari sejumlah negara melakukan penelitian tentang autisme yang didanai Autisme Genome Project cabang Canada. Scherer bersama para ilmuwan dari sembilan negara mengumpulkan gen dari 1.168 keluarga dan menyimpulkan bahwa 90% dari penyebab autisme adalah ‘gen’, seperti dikutip oleh ABCnews.com, senin pekan silam. Ia menyatakan bahwa studi itu belum tuntas. Kemungkinan Scherer bisa merampungkan penelitian singkat tiga tahun lagi.

Mengetahui gejala Autisme untuk agar terdiagnosa lebih dini bisa sangat membantu . Caranya dapat anda lakukan dengan beberapa langkah, pertama, perhatikan kemampuan bicara anak, 40% anak autis tidak pernah bicara . atau anak sering membeo tetapi tidak bermaksud bercanda, atau bicara dengan nada monoton, dan tidak bisa mengontrol kekerasan suaranya. Langkah kedua coba perhatikan apakah anak anda memiliki keterikatan yang tidak normal terhadap benda tertentu. Sering meutar mainan atau menjatuhkan secara sengaja secara terus menerus, atau selalu menyusun mainan dalam susunan yang sama. Ketiga perhatikan apakah anak anda senang menatap sinar terang dari televisi misalnya. Dan terakhir apakah anak anda punya kebiasaan makan di kursi yang sama dengan makanan dan waktu yang sama setiap hari? Hal-hal tersebut diatas bisa jadi merupakan gejala autism.

Pengobatan autis sangat banyak dan seringkali tidak disertai dasar sains untuk mendukung efektifitasnya. Mulai dari NAET sampai theraphy lumba-lumba , dengan bukti kesembuhan yang belum jelas. Juga penguunaan obat psikoaktif seperti antikonvulsan, antidepresan, stimulan, dsb.
Anak autis punya respon yang beragam dalam menjalanim pengobatan ini, namun mengingat efek samping yang merugikan, pengobatan dengan obat psikoaktif mulai ditinggalkan.

Tidak ada pengobatan tunggal untuk membantu anak autis secara maksimal. Gabungan dari pendidikan dini khusus, terapi wicara, terapi kemampuan sosial , dll. Tujuan utama pengobatan autis adalah untu mengurangi kelainan pada anak dan stress pada keluarga, juga untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian anak kelak.

Pengobatan autis sangat mahal, apalagi jika menghitung biaya tidak langsung dalam pengobatannya. Sebuah penelitian menghitung biaya rata-rata 3.2 juta dolar pada tahun 2003 untuk anak-anak autis yang lahir di tahun 2000, dengan rincian biaya medis 10% , pendidikan ekstra khusus autis 30%, dan 60% dari hilangnya potensi produktifitas dari orang tua maupun anak autis kelak setelah dewasa. Bagi keluarga yang tidak memiliki polis asuransi bagi anaknya, maka biaya ini dapat membuat mereka jatuh dalam masalah keuangan.

Belakangan ini penggunaan oksigen untuk menangani autis mulai menjamur. Hasilnya sangat bervariasi, namun banyak laporan dari keluarga penderita autism bahwa hasilnya sangat memuaskan sehingga ini tentu saja merupakan harapan baru dalam pengobatan autism. Salah satu metode pemberian oksigen kepada anak autis adalah dengan Hyperbaric Oxygen Theraphy (HBOT).

HBOT meningkatkan konsentrasi oksigen pada jaringan otak, sehingga memungkinkan tubuh untuk memperbaiki metabolism jaringan otak, menerima nutrisi dan memperbaiki kerusakan. Terutama bagi sel otak yang sedang “diam”, kondisinya baik tetapi tidak tahu bagaimana untuk berfungsi normal. Kadar oksigen yang tinggi mengurangi pembengkakan atau kelebihan cairan pada otak yang mungkin menekan otak sehingga fungsinya terganggu.

Banyak ilmuwan setuju tentang besarnya peranan oksigen dalam tejadinya penyakit. Kekurangan oksigen menimbulkan banyak gangguan, tetapi kelebihan oksigen pun dapat memicu stress oksidatif yang dapat menjadi lebih parah dengan pemberian oksigen secara langsung.


read more

Integrasi Sensori

0 komentar

Integrasi Sensori

Integrasi sensoris berarti kemampuan untuk mengolah dan mengartikan seluruh rangsang sensoris yang diterima dari tubuh maupun lingkungan, dan kemudian menghasilkan respons yang terarah.
Disfungsi dari integrasi sensoris atau disebut juga disintegrasi sensoris berarti ketidak mampuan untuk mengolah rangsang sensoris yang diterima.
Gejala adanya disintegrasi sensoris bisa tampak dari : pengendalian sikap tubuh, motorik halus, dan motorik kasar. Adanya gangguan dalam ketrampilan persepsi , kognitif, psikososial, dan mengolah rangsang.
Namun semua gejala ini ada juga pada anak dengan diagnosa yang berbeda, misalnya anak dengan ASD. Diagnosa disintegrasi sensoris tidak boleh ditegakkan kalau ada tanda-tanda gangguan pada Susunan Saraf pusat.

Terapi integrasi sensoris :
Aktivitas fisik yang terarah, bisa menimbulkan respons yang adaptif yang makin kompleks. Dengan demikian efisiensi otak makin meningkat.
Terapi integrasi sensoris meningkatkan kematangan susunan saraf pusat, sehingga ia lebih mampu untuk memperbaiki struktur dan fungsinya.
Aktivitas integrasi sensoris merangsang koneksi sinaptik yang lebih kompleks , dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas untuk belajar.

read more

Terapi Biomedik

0 komentar

Terapi Biomedik

Akhir-akhir ini terapi biomedik banyak diterapkan pada anak dengan ASD. Hal ini didasarkan atas penemuan-penemuan para pakar, bahwa pada anak-anak ini terdapat banyak gangguan metabolisme dalam tubuhnya yang mempengaruhi susunan saraf pusat sedemikian rupa, sehingga fungsi otak terganggu. Gangguan tersebut bisa memperberat gejala autisme yang sudah ada, atau bahkan bisa juga bekerja sebagai pencetus dari timbulnya gejala autisme.

Yang sering ditemukan adalah adanya multiple food allergy, gangguan pencernaan, peradangan dinding usus, adanya exomorphin dalam otak (yang terjadi dari casein dan gluten), gangguan keseimbangan mineral tubuh, dan keracunan logam berat seperti timbal hitam (Pb), merkuri (Hg), Arsen (As), Cadmium (Cd) dan Antimoni (Sb). Logam-logam berat diatas semuanya berupa racun otak yang kuat.

Yang dimaksud dengan terapi biomedik adalah mencari semua gangguan tersebut diatas dan bila ditemukan, maka harus diperbaiki , dengan demikian diharapkan bahwa fungsi susunan saraf pusat bisa bekerja dengan lebih baik sehingga gejala-gejala autisme berkurang atau bahkan menghilang.

Pemeriksaan yang dilakukan biasanya adalah pemeriksaan laboratorik yang meliputi pemeriksaan darah, urin, rambut dan feses. Juga pemeriksaan colonoscopy dilakukan bila ada indikasi.

Terapi biomedik tidak menggantikan terapi-terapi yang telah ada, seperti terapi perilaku, wicara, okupasi dan integrasi sensoris. Terapi biomedik melengkapi terapi yang telah ada dengan memperbaiki “dari dalam”. Dengan demikian diharapkan bahwa perbaikan akan lebih cepat terjadi.

Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 30 April 2009 16:59 )

read more

Psikotes Bagi Anak Autis

0 komentar

Psikotes Bagi Anak Autis

Sumber : Buletin Berita Mandiga, No. 3 / September 2002

Pada anak autis, menjalani prosedur psikotes standar yang biasanya dilakukan biro-biro konsultasi psikologi umumnya sulit dilakukan. Anak autis sulit memusatkan konsentrasi, memahami instruksi tes, mempergunakan waktu tes secara efisien dan berperilaku ‘pas’ pada saat proses pelaksanaan tes. Padahal sering sekolah tertentu mempersyaratkan kasil Psikotes anak, atau mungkin orang tua ingin mengetahui kapasitas intelegensi yang dimiliki anaknya. Untuk mengetahui masalah tersebut, kami akan bahas lebih jauh seputar topik tersebut.

Secara umum intelegensi didefinisikan sebagai : Kapasitas seseorang untuk bertindak secara terencana, berfikir rasional dan berhubungan secara efektif dengan lingkungannya.

Intelegensi diukur dengan alat bantu psikotes dengan hasil akhir satuan yang populer disebut IQ (Inteligence Quotient). Komposisi IQ terdiri dari beberapa aspek yang dikelompokkan dalam 2 golongan besar yaitu :

  • IQ Verbal
  • IQ Non Verbal

Tes yang secara komprehensif mengukur IQ anak dan umumnya digunakan di Indonesia adalah :

  • Wechsler Inteligence Scale for Childern (WISC) atau
  • Wechsler Preschool & Primary Scales of Inteligence (WPPSI)

Bagi anak autis yang umumnya mengalami gangguan dalam perkembangan bahasa, sudah pasti hasil IQ verbalnya rendah. Sangatlah tidak adil bila mereka secara dini kemudian divonis keterbelakangan mental / mentally reterded.

Kendala lainnya, psikotes pada umumnya menuntut anak mengerjakan soal dalam waktu yang terbatas (time limit). Padahal seperti kita ketahui bersama, anak autis sangat sulit untuk memusatkan konsentrasi, sehingga perlu waktu lebih untuk mengarahkan perhatiannya.

Jadi bila inteligensi anak autis diukur dengan menggunakan tes ini, hasilnya sudah dapat dipastikan tidak mencerminkan potensi anak yang sesungguhnya. Lalu bagaimana cara pemecahannya? Pilihlah tes yang mengukur aspek-aspek kecerdasan secara terpisah, dimana salah satu tes yang tepat adalah pengukuran inteligensi non Verbal.

Pengertian Inteligensi Non Verbal : Sesuai dengan kata ‘non verbal’ berarti tidak dipengaruhi ‘bahasa’

Adapun definisi Inteligensi non verbal adalah sebagai berikut :

Kemampuan yang tidak berhubungan dengan bahasa, yang meningkatkan kapasitas seseorang untuk berfungsi secara terencana, efektif dan rasional.

Individu dengan Inteligensi Non Verbal tinggi biasanya berhasil di bidang matematika, geometri, engineering, mekanika, seni dan musik.

Inteligensi non verbal dibedakan atas 2 strata kemampuan, yaitu :

  • LOW ORDER SKILLS

Keterampilan yang berhubungan dengan proses menginterpretasi, mengorganisir dan memanipulasi ciri-ciri non simbolik dan konkrit dari stimulus (seperti misalnya ukuran, warna, bentuk, tekstur).

  • HIGH ORDER SKILLS

Lebih bersifat pemecahan masalah, penalaran, bersifat abstrak.

Untuk mengukur Inteligensi non verbal digunakan psikotes khusus non verbal. Untuk meminimalkan peran dari bahasa, tes ini dirancang sedemikian rupa sehingga soal dibuat tanpa menggunakan ‘kata’, melainkan dalam bentuk ‘presentasi visual/gambar’. Instruksi test maupun respon yang diminta juga non verbal (isyarat, manipulasi benda, menggambar, menunjuk jawaban).

Kemampuan yang dapat diukur dengan Test Inteligensi Non Verbal, antara lain :

  • Discrimination

Diukur dengan meminta anak menetapkan gambar / kata yang berbeda, misalnya mana yang berbeda gajah – kuda – monyet – truk.

  • Generalisasi

Menemukan kata yang memiliki kesamaan dalam hal-hal tertentu dengan stimulus, misalnya : mana yang serupa dengan pohon : mobil – manusia – berjalan.

  • Motor behavior

Berkaitan dengan gerakan, baik motorik halus atau motorik kasar, misalnya : manipulasi blok, copy design.

  • Berfikir induksi

Menemukan aturan / pola pada stimulus, misalnya mengapa benda tertentu dapat ditarik magnet?

  • Comprehension

Pemahaman yang melibatkan kaidah umum.

  • Sequencing

Kemampuan melihat hubungan yang progresif dari serangkaian stimulus.

  • Detail recognition

Kemampuan melihat detail stimulus, biasanya dengan melihat atau membuat gambar.

  • Analogi

Berkaitan dengan diskriminasi, generalisasi, pengetahuan umum dan kosakata.

  • Abstract Reasoning

Kemampuan memecahkan masalah yang menuntut kemampuan induksi dan abstraksi.

  • Memory

Kemampuan mengingat / daya ingat.

  • Pattern Completing

Mengidentifikasi bagian yang hilang dari gambar, pola, matriks.

  • General Information

Kemampuan dasar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan faktual.

  • Vocabulary

Arti dari kata.

CTONI (Comprehensive Test of Nonverbal Intelligence)


Tes ini terdiri dari 6 subtest yang berbeda tetapi saling berhubungan dalam mengukur kemampuan inteligensi non verbal. Secara empiris test ini telah teruji reabilitas maupun validitasnya (sampel yang digunakan 2901 orang dari 30 negara bagian) dan dirancang untuk anak usia 6 tahun sampai dewasa.

CTONI merupakan tes non verbal yang mengukur High Order Cognitive Ability :

  • Problem solving
  • Reasoning
  • Abstract thinking

Kemampuan yang diukur adalah :

  • Penalaran logis
  • Klasifikasi kategori dan
  • Panalaran urutan

Adapun presentasi soal berupa :

  • Gambar benda yang familiar dalam kehidupan sehari-hari
  • Gambar desain geometris

Hasil akhir dari tes ini berupa indeks

  • Inteligensi non verbal (keseluruhan)
  • Inteligensi non verbal gambar
  • Inteligensi non verbal geometris

Hasil akhir dari NIQ digolongkan sebagai berikut :

  • 131 – 165 Sangat superior
  • 121 – 130 Superior
  • 111 – 120 Di atas rata-rata
  • 90 – 110 Rata-rata
  • 80 – 89 Di bawah rata-rata
  • 70 – 79 Rendah
  • 35 – 69 Sangat rendah

NIQ tinggi berarti individu memiliki kemampuan yang baik dalam :

  • Melihat hubungan perceptual, logis dan abstrak
  • Penalaran tanpa kata-kata
  • Memecahkan teka-teki mental yang melibatkan elemen progresif
  • Membentuk asosiasi yang berarti antar obyek dan antar disain geometris.

NIQ rendah berarti kesulitan dalam :

  • Menangani informasi non verbal
  • Menerima data visual
  • Mengorganisir materi-materi yang melibatkan ruang / spasial.
  • Memahami aspek abstrak dari simbol-simbol visual.

PNIQ (pictorial NIQ) adalah indeks dari pemecahan masalah dan penalaran dimana gambar-gambar obyek yang dikenal digunakan dalam tes. Karena gambar-gambar tersebut memiliki naka, maka kemungkinan individu akan menggunakan kata-kata (berbicara/berpikir dalam bentuk kata-kata) ketika melaksanakan tes. Jadi ada pengaruh dari kemampuan verbal individu.

GNIQ (Geometric NIQ) adalah indeks dari pemecahan masalah dan penalaran dimana desain-desain yang tidak dikenal digunakan dalam tes. Karena itu merupakan kemampuan non verbal yang murni. Pada umumnya PNIQ dan GNIQ berada di taraf yang sama, kemungkinan disebabkan oleh aspek kemampuan bahasa (PNIQ > GNIQ).

Penutup :

CTONI dapat menjadi alternative bagi orang tua untuk mengevaluasi kecerdasan anaknya.

Sebagai alat tes non verbal kelebihan CTONI adalah :

  • Non Language Tes : bersifat lebih universal, peran bahasa dieliminir seminimal mungkin.
  • Mengukur High Order Skills : kemampuan penalaran lebih tingi.
  • Work Limit : bukan time limit, jadi kecepatan kerja anak tidak mempengaruhi hasil.

Untuk informasi lebih lanjut seputar tes CTONI, anda dapat menghubungi : MandigaDengan Ibu UniTelp. (021) 7220153 Sumber bacaan : Examiner’s manual CTONI (Comprehensive Test of Non Verbal Intellegense), Donald D. Hammil, Nils A Pearson dan J. Lee Wiederholt, 1997, Pro-ed, Incl, Texas.

read more