Tampilkan postingan dengan label Autisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Autisme. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2011

Terapi Ayunan untuk Anak Autis

Rabu, 11 Mei 2011 | 2 komentar

Ayunan ternyata bisa dimanfaatkan untuk terapi pengobatan bagi penderita autis. Dengan ayunan, anak akan menjadi lebih rileks sehingga mudah menerima rangsangan. Terapi ayunan ini sangat mungkin untuk diterapkan di rumah.Dengan ayunan, anak akan menjadi lebih rileks sehingga mudah menerima rangsangan. Terapi ayunan ini sangat mungkin untuk diterapkan di rumah.

Di taman kanak kanak Grow In Hope, Bandar Lampung misalnya, ayunan di manfaatkan sebagai alat terapi bagi anak-anak yang menderita autis. Terapi ayunan mulai dikembangkan di taman kanak-kanak Grow In Hope sejak dua tahun lalu. Awalnya, taman kanak-kanak yang terletak di perumahan villa citra, tanjungkarang timur, bandar lampung ini hanya memberikan terapi kepada muridnya yang mengalami autis. Namun kini anak-anak dengan kebutuhan khusus lainnya, seperti hiperaktif pun mulai diterapi disini.

Dengan bimbingan terapis, sang bocah menjalani terapi ayunan. Gerakan monoton dari permainan anak-anak membuat sang bocah menjadi lebih rileks. Dalam kondisi rileks itulah terapis memberikan materi-materi pengajaran kepadanya.

Bagi terapis sendiri, menerapkan terapi ini kepada muridnya bukan hal yang mudah. Tidak jarang, anak-anak dengan kebutuhan khusus ini menolak diajak bermain ayunan.

Selain itu, orang tua pun dapat menerapkan terapi ayunan ini di rumah. Sehingga penyembuhan bagi anak penderita autis menjadi lebih cepat.

read more

Sabtu, 11 Desember 2010

Budidaya Tanaman Obat Antanan atau Pegagan (Centella asiatica)

Sabtu, 11 Desember 2010 | 1 komentar

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Spermatophyta
Kelas: Dicotyledone
Ordo: Umbillales
Familia: Umbilliferae (Apiaceae)
Genus: Centella
Spesies: C. asiatica & Hydrocotyle asiatica


Pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, pematang sawah ataupun diladang yang agak basah. Tanaman obat ini berasal dari daerah Asia tropik, terssebar di Asia tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman obat ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan Antanan.

Sejak jaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit, gangguan syaraf dan memperbaiki peredaran darah. Masyarakat Jawa Barat mengenal tanaman ini sebagai salah satu tanaman untuk lalapan.

Nama Lokal
pegaga (Aceh), daun kaki kuda (Melayu), antanan (sunda), gagan-gagan, rendeng (jawa), taidah (bali) sandanan (irian) broken copper coin, buabok (Inggris), paardevoet (Belanda), gotu kola (India), ji xue cao (Hanzi)

Jenis Pegagan
Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan pennutup tanah. Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Tanaman obat Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembab dan terbuka atau agak ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan antanan air.

Kandungan
Pegagan yang simplisianya dikenal dengan sebutan Centella Herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.

Sifat dan Manfaat
Tanaman obat Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid)

Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. pegagan pada penelitian di rsu dr.soetomo surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah,Penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut.

Pengolahan
Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion.


sumber : wikipedia.org
GNU Free Documentation License
Version 1.2, November 2002
Copyright (C) 2000,2001,2002 Free Software Foundation, Inc.
51 Franklin St, Fifth Floor, Boston, MA 02110-1301 USA
Everyone is permitted to copy and distribute verbatim copies
of this license document, but changing it is not allowed.

Tanaman Obat Antanan atau Pegagan (Centella asiatica) untuk Autis

Manfaat utama Centella asiatica adalah ia mampu memperbaiki sistem daya ingat bagi orang-orang yang mengalami kemunduran fungsi otak dan daya ingat. Ia semacam dengan Ginko Biloba bahkan lebih banyak lagi kasiatnya. Suatu penelian membuktikan bahwa Centella asiatica mampu meningkatkan kemampuan mental, meningkatkan IQ, dan meningkatkan kemampuan syaraf memori.

Dalam ilmu farmasi ia dikenal juga sebagai Folia hidrocotyles, yang dipercaya bisa meningkatkan ketahanan tubuh, mencuci darah, dan memperlancar keluarnya air seni (diuretik).

Di cina Centella asiatica telah ribuan tahun digunakan sebagai tonikum. Di Prancis, Centella asiatica sudah ditetapkan sebagai tanaman obat sejak tahun1884. Daun Centella asiatica juga ditetapkan sebagai obat dalam parmakopi di berbagai negara, seperti Belanda, Meksiko, Spanyol, Venezuela, dan India.

Berdasarkan pengakuan Agora Health Publishing, Centella asiatica tergolong the most powerful healing herbs atau tanaman obat yang paling mujarab. Julukan itu didapat setelah melalui uji klinis, terbukti Centella asiatica bisa merevitalisasi pembuluh darah, sehingga peredaran darah ke otak menjadi lancar.

Dengan demikian, ada penambahan kapasitas kerja neurotransmitter di otak yang berfungsi untuk mengingat dan belajar. Dengan kata lain, Centella asiatica dapat meningkatkan kerja otak, mempertajam ingatan, serta menyembuhkan pasien yang mengalami gangguan jiwa.

Ekstrak Centella asiatica dapat memperbaiki jaringan otak yang mengatur terjadinya proses interaksi di dalam otak.Karenanya, Centella asiatica dapat diberikan kepada penderita insomnia, penderita stress, dan penderita kelelahan mental.

Centella asiatica sangat baik digunakan untuk terapi terhadap anak-anak penderita keterbelakangan mental [mental retardation] dan anak hiperaktif.

Centella asiatica adalah sejenis tanaman herbal atau tanaman rempah dengan banyak manfaatnya,” ujar peneliti tanaman obat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Latifah K Darusman MS, yang juga menjabat sebagai kepala Pusat Studi Biofarmaka IPB.

Centella asiatica mengandung berbagai senyawa berkhasiat obat seperti asiatikosida (triterpenoids), karotenoids, dan garam-garam mineral bermanfaat. Triterpenoids yaitu antioksidan sebagai penangkap radikal bebas yang dapat mematikan sel-sel otak dan merevitalisasi pembuluh darah.

Mengandung Vitamin yang berfungsi untuk meningkatkan stamina dan vitalitas serta sebagai antioksidan yang membantu dalam perkembangan sel-sel otak. Selain itu garamgaram mineral sebagai pembentuk sel darah merah (zat besi) yang berfungsi dalam mylenisasi otak dan peningkatan daya konsentrasi.

Latifah juga mengatakan, Centella asiatica bagus sekali untuk meningkatkan daya ingat dan mengandung aktivitas oksidan yang cukup baik sehingga berkaitan erat dengan ketahanan tubuh. Centella asiatica mempunyai kandungan yang bisa merevitalisasi syaraf dan sel otak, dan disebut ‘makanan untuk otak’ karena berpengaruh langsung pada pusat syaraf di otak.

Centella asiatica sering dipakai untuk memperkuat daya ingat, terutama ketika akan menghadapi ujian di sekolah. Kandungan yang di dapat dalam Centella asiatica, beberapa macam vitamin yaitu A, B, E, G, and K dan mengandung nilai nutrisi yang membantu vitalitas tubuh kita dan berfungsi sedatif.

Penelitian oleh K. Nalini di Kasturba Medical College: ‘Brain Function A’, 1992, menunjukkan bahwa Centella asiatica menunjang kesehatan memori. Centella asiatica mampu memberikan efek relaksasi dan menenangkan terhadap sistem syaraf yang mengalami terlalu aktif serta memberi stimulasi otak sehingga menaikkan kemampuan anak-anak ADD (Attention Deficit Disorder) lebih fokus, dan membantu orang yang sedang mengalami insomnia.

Karena kandungannya yang mempengaruhi langsung ke sistem syaraf di otak, maka di Korea melalui penelitian, ditemukan bahwa Centella asiatica juga bisa menolong pasien Alzheimer.

Menurut penelitian yang dilakukan di Medical Center University of Maryland, kandungannya yang disebut triterpenoids menurunkan kadar kecemasan dan menaikkan fungsi mental sehingga Centella asiatica bisa mengobati orang dengan masalah kecemasan dan masalah mental lainnya.

Penelitian terbaru di India bahkan membuktikan, daun Centella asiatica ini sangat berguna bagi anak yang mengalami keterbelakangan mental. Salah satu contoh adalah penelitian dan uji klinis yang dilakukan oleh B.Sathya dan R. Uthaya Ganga, dari Govt. Siddha Medical College, Palayamkottai, India. Uji coba dilakukan pada 15 anak yang mengalami hambatan mental dan diberi 500 mg serbuk Centella asiatica selama 1 bulan. Hasilnya, IQ mereka meningkat sampai 4,6 %.

Semua anak yang mengikuti uji klinis juga lebih mampu berkonsentrasi. Selain itu, anak yang berperilaku pasif, pemalu dan gelisah, berubah menjadi periang, komunikatif dan kooperatif.

Itulah khasiat dari zat asiaticosida yang terdapat dalam Centella asiatica. Senyawa golongan triterpenoid itu mampu meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan kewaspadaan. Cara kerjanya dengan melancarkan sirkulasi pasokan oksigen dan nutrisi sel ke otak. Selain itu, daun Centella asiatica juga mengandung senyawa alkaloid yang dapat memberikan energi bagi otak.

TANAMAN OBAT PEGAGAN GANTINYA GINKO BILOBA

Produk berbasis Ginko biloba untuk memperbaiki daya ingat akhir-akhir ini mudah dijumpai di pasar. Sayang, tanaman itu bukan berasal dari negeri kita tapi dari kawasan subtropis. Negeri kita yang dikenal sebagai a mega biodiversity country memiliki tanaman obat serupa. Tanaman obat Centela asiatica L. namanya, atau dikenal dengan pegagan. Jika produk berbasis Ginko biloba mahal, mengapa tidak berpaling ke negeri sendiri?

Orang Jawa mengenal Centella asiatica L. sebagai antanan. Ada pula yang menyebutnya ganggagan, kerok batok, panegowang, rendeng, atau calingan rambut. Sementara orang Sunda menamainya antanan gede. Beberapa daerah lain memiliki nama lokal sendiri: kos tekosan (Madura), pagaga (Makassar), dau tungke (Bugis), kori-kori (Halmahera), kolotidi manora (Ternate). Di Barat sono sebutannya gotu kola. Meski belum banyak dimanfaatkan, masyarakat tradisional sudah memakainya untuk pengobatan. Utamanya oleh orang Asia, termasuk Indonesia. Bisa dikonsumsi dalam bentuk segar, dimasak menjadi sayuran, atau dijus sebagai minuman.

Menurut catatan, asal tanaman obat ini kepulauan sepanjang Samudera Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Selain banyak tumbuh di Indonesia, juga di pesisir timur Madagaskar, dan Mauritius. Pegagan biasanya memilih tempat yang basah, rawa-rawa, atau di sepanjang tepi sungai. Kalau di negeri kita, banyak ditemukan terutama di daerah dataran tinggi dan berbagai tempat seperti sawah, perkebunan teh, dll.

Pegagan termasuk tanaman tahunan daerah tropis yang berbunga sepanjang tahun. Bentuk daunnya bulat, batangnya lunak dan beruas, serta menjalar hingga bisa mencapai semeter tingginya. Pada tiap ruas akan tumbuh akar dan daun dengan tangkai daun panjang dan akar berwarna putih. Dengan berkembang biak secara vegetatif seperti itu, ia cepat beranak-pinak. Jika keadaan tanahnya bagus, tiap ruas yang menyentuh tanah akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Sebagai makanan otak
Bagian yang dimanfaatkan sebagai obat ialah daunnya dan bagian yang berada di atas permukaan tanah.

Sebagai tanaman berkhasiat obat, pegagan telah dimanfaatkan terutama oleh masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan sebagian Eropa Timur sejak ribuan tahun lalu. Ia dipercaya bisa meningkatkan ketahanan tubuh (panjang umur), membersihkan darah, dan memperlancar air seni. Orang-orang Timur Jauh di Eropa bahkan menggunakannya untuk menyembuhkan lepra (penyakit menular kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae) dan tuberkulosis (TBC).

Manfaat penting lainnya, memberi efek positif terhadap daya rangsang saraf otak, dan memperlancar transportasi darah pada pembuluh-pembuluh otak. Pegagan juga dipercaya bisa menanggulangi luka bakar, sirosis hati, keloid, skleroderma, gangguan pembuluh vena, penyakit traumatis, lupus, serta meningkatkan fungsi mental.

Bahkan saat ini sudah dimanfaatkan sebagai tonik untuk memperkuat dan meningkatkan daya tahan otak dan saraf. Tanaman ini juga digunakan secara oral maupun topikal untuk meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises, dan salah urat.

Selain dapat membantu meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh, pegagan juga dapat membantu menyeimbangkan energy level serta menurunkan gejala stres dan depresi.

Dari uji klinis di India, tanaman ini dapat meningkatkan IQ, kemampuan mental, serta menanggulangi lemah mental pada anak-anak. Penelitian lain membuktikan, tanaman centella dapat meningkatkan kemampuan belajar dan memori seseorang. Karena manfaatnya itu, tanaman ini juga dikenal sebagai "makanan otak".

Di antara sekian banyak kandungan bahan aktif pada tanaman obat centella seperti asam bebas, mineral, vitamin B dan C, bahan utama yang dikandungnya adalah steroid yaitu triterpenoid glycoside. Triterpenoid mempunyai aktivitas penyembuhan luka yang luar biasa. Beberapa bahan aktif akan meningkatkan fungsi mental melalui efek penenang, antistres, dan anticemas.

Asiatosida berfungsi meningkatkan perbaikan dan penguatan sel-sel kulit, stimulasi pertumbuhan kuku, rambut, dan jaringan ikat. Dosis tinggi dari glikosida saponin akan menghasilkan efek pereda rasa nyeri. Dikatakan juga, saponin yang terkandung dalam tanaman ini mempunyai manfaat mempengaruhi collagen (tahap pertama dalam perbaikan jaringan), misalnya dalam menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan.

Bikin umur panjang
Manfaat yang berhubungan dengan fungsi saraf dan otak telah dibuktikan lewat berbagai penelitian. Sebanyak 30 orang pasien anak-anak yang menderita lemah mental menunjukkan kemajuan yang cukup berarti setelah diberi perlakuan dengan ramuan tanaman obat centella selama 12 minggu. Sebanyak enam pasien sirosis hati menunjukkan perbaikan (kecuali yang kronis) setelah dua bulan meminum ramuan centella.

Penelitian lain menunjukkan, berbagai penyakit seperti skleroderma, gangguan pembuluh vena, maupun gangguan pencernaan rata-rata dapat disembuhkan dengan ramuan itu hingga 80% setelah 2 - 18 bulan. Pada orang dewasa dan tua penggunaan centella sangat baik untuk membantu memperkuat daya kerja otak, meningkatkan memori, dan menanggulangi kelelahan.

Centella juga bermanfaat bagi anak-anak penderita attention deficit disorder (ADD). Hal ini karena adanya efek stimulasi pada bagian otak sehingga meningkatkan kemampuan seseorang untuk lebih konsentrasi dan fokus. Di samping itu juga mempunyai efek relaksasi pada sistem saraf yang overaktif.

Pendapat lain menyatakan, dalam pengobatan Ayurveda di India tanaman ini dikenal sebagai herba untuk awet muda. Juga diketahui sebagai memperpanjang usia. Hal ini terbukti dari pengamatan, gajah yang kita kenal memiliki umur panjang karena satwa ini memakan cukup banyak tanaman centella.

Mengingat manfaatnya, beberapa negara telah melakukan pembudidayaan, misalnya Hawaii. Bahkan di Oregon, AS, tanaman ini dibudidayakan di rumah kaca oleh Pacific Botanicals, pertanian herba organik. Namun, sebagian besar pasokan pasar berasal dari India yang kualitasnya kurang bagus dan biasanya berwarna kecoklatan. Kandungan bahan aktif masih cukup baik jika diproses dalam keadaan segar atau kering segar.

Nah, jika tidak mau diolok-olok pikun padahal usia belum tua, cobalah mengonsumsi pegagan.

sumber:
http://www.indomedia.com/intisari/2001/Mei/pegagan.htm
http://herbarus.multiply.com/journal


Hasil Penelitian Daun Pegagan (Antanan)

Pengaruh Ekstrak Air Daun Pegagan (Centella asiatica L.) Terhadap Kemampuan Kognitif Dan Kadar Neurotransmiter MonoAmin.

Annisa R. F.
Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)-ITB
Ringkasan :
Pegagan (Centella asiatica) telah diketahui mampu mempengaruhi sistem saraf pusat, meningkatkan daya rangsang saraf otak, serta meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat (Kumar & Gupta, 2002; Rao et al., 2005). Untuk menguji kemampuan C. asiatica lebih lanjut maka dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian ekstrak air daun C. asiatica terhadap kemampuan kognitif (terutama uji kemampuan belajar dan mengingat) dan kadar neurotransmiter monoamin (dopamin, norepinefrin, epinefrin, dan serotonin) pada hipokampus tikus (Rattus norvegicus L.) Wistar jantan dewasa. Penelitian ini dilakukan pada lima puluh ekor tikus berumur 16 minggu, dengan berat badan rata-rata 289,39 ± 2,27 g (berkisar antara 250-300 g). Seluruh tikus dibagi rnenjadi lima kelompok (setiap kelompok terdiri dari sepuluh individu), yaitu kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan apapun (KN), kelompok kontrol yang diberi perlakuan dengan pelarut akuabides (KP), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak air daun C. asiatica masing-masing dengan dosis 100 mg/kg bb (PI), dosis 200 mg/kg bb (P2), dan dosis 300 mg/kg bb (P3). Pemberian ekstrak air daun C. asiatica terhadap tikus dilakukan secara oral selama delapan minggu dan uji kognitif dengan perangkat Water-E Maze dilakukan sekali setiap minggu.

Untuk mengetahui terjadinya proses belajar dan mengingat, maka pada akhir pengujian seluruh tikus didekapitasi dan hipokampus diisolasi untuk dilakukan pengukuran kadar neurotransmitter monoamin dengan menggunakan HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan lebih cepat dalam mencapai sasaran dan melakukan lebih sedikit kesalahan dalam menyelesaikan uji Water-E Maze dibandingkan dengan kelompok kontrol secara nyata (P<0.05).>efek antistress, juga berperan dalam proses potensiasi jangka panjang (LTP), pembentukan memori jangka panjang (LTM) serta meningkatkan kemampuan belajar. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak air daun C. asiatica dapat meningkatkan kemampuan kognitif tikus dengan mempengaruhi modulasi neurotransmiter monoamin pada hipokampus tikus.

Resep Obat dari Tanaman Pegagan

Posted by Esha Flora | 11/09/2008 | , , , | 0 comments »

Pegagan (Centella asiatica L. Urban)
from :warintek.ristek.go.id

Pegagan termasuk suku atau familia Apiaceae. Tumbuh menjalar di atas tanah terutama di tempat yang banyak terkena sinar matahari langsung tetapi cukup lembab.
Nama lain : pegaga, daun kaki kuda, daun penggaga, pegago (Sumatera); antana, cowet gompeng, gagan-gagan, penigowang, calingan rambat (Jawa); bebele, paiduh (Nusa Tenggara); wisu-wisu, kisu-kisu (Sulawesi); dogauke (Irian); ji xue cao (Cina).
Kandungan : senyawa asiaticosida, senyawa antilepra, garam kalium, magnesiu, kalsium, besi, tanin.

Kegunaan :
Lepra. Segenggam pegagan segar, cuci, rebus dengan 2 gelas air sampai menjadi 3/4 gelas. Minum 3 kali @ 3/4 gelas per hari.

Hipertensi. 20 helai daun pegagan segar rebus dengan 2 gelas air sampai menjadi 3/4 gelas, saring, minum 3 kali @ 3/4 gelas.
Ambeien. 4-5 batang pegagan dan akarnya dicuci, rebus dengan 2 gelas air selama 5 menit, saring, minum rebusan ini 2 kali sehari @ 1 gelas selama beberapa hari.

Demam. Segenggam pegagan dicuci, lumatkan, beri 3/4 gelas air dan garam, aduk, saring. Minum pagi hari sebelum sarapan.

Demam yang tidak diketahui penyebabnya. Segenggam penuh daun pegagan dicuci, lumatkan, beri 1/2 gelas, saring, beri garam. Minum pagi hari sebelum sarapan. Hari berikutnya segenggam penuh daun pare dibuat sama seperti di atas. Lakukan selang-selang selama 10 hari.
Melancarkan air seni. Segenggam daun pegagan dicuci, lumatkan, tempelkan pada pusar.

Campak. 2 gengam daun pegagan dicuci, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal 1 gelas, minum setiap hari sekali sampai sembuh.

Batuk. Segenggam pegagan segar, cuci, lumatkan, beri air 3/4 gelas dan gula batu, aduk, saring. Minum sekali sehari sampai sembuh.

Mimisan. Segenggam daun pegagan dicuci, rebus dengan 3/4 gelas air, saring, minum. Ulangi 3 kali sehari.

Sakit kepala. Segenggam daun pegagan, 1/4 sendok jintan dicuci, rebus dengan segelas air sampai tinggal setengah, saring, beri 1 sendok madu sebelum diminum.

Mata merah, bengkak. Segenggam daun pegagan dicuci, lumatkan, peras, saring, teteskan ke mata yang sakit 3-4 kali sehari.

Menambah nafsu makan. Segenggam daun pegagan segar dicuci, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal segelas. Minum sehari segelas.

SUMBER :
Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999
Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999.
Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995.
Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.












read more

Senin, 28 Desember 2009

Terapi Pijat untuk Anak-Anak Autisme

Senin, 28 Desember 2009 | 0 komentar
Copyright © 2003 Lampung Post. All rights reserved.
Senin, 26 April 2004
Terapi Pijat untuk Anak-Anak Autisme

Pijat menjadi alternatif pengobatan sebagian orangtua yang anaknya mengalami autisme.

SELAIN pengobatan medis, banyak orangtua yang anak-anaknya menderita autisme menempuh pengobatan alternatif, terapi pijat.

Sebenarnya, pijat bagi anak bukan barang aneh. Pijat pada bayi sangat dianjurkan karena bermanfaat merangsang sistem kerja saraf.

Mengomentari hal tersebut, Prof. H. Hembing Wijayakusuma mengatakan terapi pijat anak-anak autisme efektif memperlancar peredaran darah yang berfungsi mendistribusikan oksigen, nutrisi, dan mengangkut racun tubuh sehingga racun tidak mengendap dan menimbulkan penyakit.

Anak autisme di tubuhnya mengalami gangguan metabolisme, sehingga perlu terapi yang memungkinkan terjadinya optimalisasi proses sterilisasi tubuh dari penumpukan racun yang dapat meracuni sistem saraf otak.

Autisme dipandang sebagai gangguan perkembangan saraf disertai berbagai masalah, seperti gangguan pencernaan juga kepekaan. Aspek perkembangan saraf tidak lepas dari aspek internal tubuh, seperti hormon, enzim, daya tahan tubuh, dan ketahanan mental. Ini membuat terapi pijat tepat dijadikan terapi pendamping anak autisme.

Manfaat Pijatan

Pijatan pada daerah tertentu membuat saraf dan otot berkontraksi sehingga meningkatkan aliran darah dan menciptakan keseimbangan tubuh. Untuk intensitas terapi, tiap anak berbeda-beda. "Bergantung kondisi dan reaksi tubuh anak," ujar pria yang banyak menerima penghargaan di bidang pengobatan ini.

Sensasi rileks saat dipijat akan mempermudah anak tertidur. Ketika tidur, tubuh melakukan perbaikan menyeluruh termasuk kinerja otak, kontak mata, penguasaan kosa kata, mobilitas, sensitivasi, respons, juga interaksi. Di samping menenangkan dan mengatasai hiperaktivitas yang sering terjadi pada anak autisme.

Daerah pijatan meliputi kepala, punggung, dada, perut, leher, tengkuk, tangan, kaki, wajah, pelipis, dan mulut. Tiap daerah memiliki fungsi penyembuhan masing-masing, sehingga pemijatan harus dilakukan menyeluruh.

Misalnya, pijatan di kepala dapat merangsang sistem saraf, meningkatkan konsentrasi, juga menenangkan. Pijatan daerah punggung, dapat memperbaiki kinerja seluruh organ tubuh. Pijatan di dada akan mengangkut racun tubuh dan mengontrol metabolisme. Pijatan daerah perut, dapat menghilangkan gangguan pencernaan. Sedangkan di leher dapat meningkatkan kemampuan bicara dan memperlancar sirkulasi darah.

Pijatan di tengkuk dapat melancarkan sirkulasi darah ke susunan saraf dan menenangkan.

Pada tangan, dapat memperbaiki kinerja paru-paru, jantung, usus, pembuangan, juga melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.

Daerah kaki, akan mengatasi hiperaktif, agresif, dan merangsang sistem saraf pusat. Pijatan di wajah dapat memperbaiki kontak mata. Sedangkan pelipis, akan menurunkan ketegangan dan merangsang sistem saraf. Terakhir, pada mulut, dapat membantu mengoptimalkan saraf bicara.

Guna mendukung penyembuhan autisme, penderita ditekankan melakukan diet bebas makanan tertentu, terutama yang mengandung glutein dan kasein.

Kedua zat ini terdapat di buah dan sayuran tertentu, makanan yang mengandung zat pewarna atau MSG serta bahan makanan mengandung susu hewan, seperti keju, es krim, yoghurt atau margarin.

Keberhasilan terapi menyembuhkan autisme, secara umum mencapai 100 persen. Namun, semua bergantung kemampuan orangtua mendisiplinkan pengobatan, baik pijat maupun diet. Selain itu, kontinuitas terapi harus rutin dilakukan sampai anak mengalami perbaikan fungsi tubuhnya.

Balita Lebih Mudah Diobati

Puji Siswanto, ahli acupressure dari Bogor (Jabar), melakukan pengobatan terhadap anak-anak autisme dengan acupressure (pemijatan). Fungsi pemijatan yang dilakukan adalah membantu peredaran darah dan merilekskan susunan saraf menegang karena autisme.

Menurut dia, pengobatan anak autisme dengan pemijatan lebih efektif. Teknik penyembuhan anak autisme dengan menggunakan jarum (akupunktur) tidak bisa dilakukan. Hal ini disebabkan anak autisme cenderung hiperaktif dan banyak gerak dalam pengobatan.

Puji juga mengingatkan tidak semua anak hiperaktif terkena autisme. "Salah satu ciri anak autisme adalah tatapan matanya kosong," ujarnya.

Menurut Puji, anak autisme umumnya mengalami gangguan pencernaan, sehingga buang air besarnya tidak teratur. Hal ini disebabkan sistem pencernaannya terganggu, sehingga gizi dan vitamin dari makanan tidak dapat diserap tubuh. Kondisi tersebut berakibat terhambatnya pertumbuhan anak.

Teknik yang dilakukan Puji, pertama memperlancar sistem pencernaan lebih dulu. Alasannya, jika sistem pencernaan membaik, berarti gizi yang diserap dan mental anak berangsur normal, ujar pria kelahiran 7 Januari ini.

Untuk memperbaiki sistem pencernaan, anak akan dipijat pada beberapa titik meridian akupunktur, mulai dari bawah rahang, punggung hingga kaki. Pijatan ini merilekskan otot dan memperlancar aliran darah ke pencernaan.

Peran aktif orangtua anak autisme sangat diharapkan Puji. Bahkan, Puji melibatkan secara aktif orangtua untuk melakukan pemijatan di rumah. Hal ini penting karena titik tersebut merupakan inti pengobatan dan harus dilakukan tiap hari dengan pijatan yang ringan.

Oleh sebab itu, Puji yang mendapatkan keahlian memijat dari ayahnya ini, selalu memberi tahu orangtua anak tentang titik mana yang harus dipijat ringan karena tidak mungkin orangtua sang anak datang kepadanya setiap hari.

Jika orangtua cukup aktif melakukan pemijatan, dalam waktu satu bulan sudah dapat dilihat perkembangan yang luar biasa. Kemajuan itu akan lebih baik jika didukung kondisi anak yang masih muda sehingga titik meridian akupunkturnya masih mudah dibentuk sehingga aliran darah tetap stabil.

Menurut Puji, sebaiknya pengobatan anak autisme dilakukan sedini mungkin, setidaknya jangan lebih dari tiga tahun. "Jika sudah menginjak usia sekolah, pembuluh darahnya sudah mengeras sehingga sulit menormalkan," ujarnya.n SP/S-1


read more

MAKANAN UNTUK PENYANDANG AUTIS

0 komentar

MAKANAN UNTUK PENYANDANG AUTIS

Ditulis oleh farida | Ditulis di ABK | Ditulis tanggal 18 Sep 2008

Untuk mengetahui dengan pasti makanan apa saja yang tidak boleh dimakan harus menjalani test food allergy, dengan diambil sedikit darahnya dari ujung jari anak.
Dari situ akan lengkap teridentifikasi anak alergi makanan apa saja. tentu saja semua makanan yang alergi tersebut tidak boleh dikonsumsi. Setiap anak mempunyai alergi terhadap makanan yang berbeda.

Dalam jurnal dan tulisan ilmiah disebutkan sebaiknya anak autis mulai menjalani diet bebas gluten ( dalam tepung terigu, gandum), casein (dalam susu sapi), mengkonsumsi probiotik, mengkonsumsi vitamin dosis tinggi, dan terapi hormon.


Saat penyandang autis makan makanan yang mengandung tepung dan susu sapi, maka di dalam tubuhnya tidak menghasilkan enzim untuk mencerna gluten dan casein.

Akibatnya protein yang tercerna dengan baik akan diubah menjadi komponen kimia yang disebut opioid atau opiate. Opiaid bekerja seperti opium atau morfin yang bekerja sebagai toksin yang dapat mengganggu fungsi otak dan sistem imun.

Bisa dibayangkanlah efek morfin pada pengguna, meski gangguan tersebut berbeda-beda pada setiap individu.

Menurut Prof. Hembing Wijayakusuma, ada beberapa makanan yang harus
dihindari anak-anak autism, yaitu:

  • gluten seperti gandum dan produk olahannya;
  • casein seperti susu sapi dan produk olahannya;
  • MSG, zat warna (terutama zat pewarna merah), borax, pemanis buatan,
  • pengawet atau formalin dan zat-zat tambahan lainnya;
  • jeruk, pisang, apel, anggur
  • makanan kalengan, minuman bersoda, fastfood
  • saus tomat
  • kafein dan lain-lain

Bahan Makanan yang Disarankan:

  • lobak, wortel, kiwi, angco
  • biji-bijian seperti jali
  • biji teratai
  • akar alang-alang, direbus dengan air lalu diminum;
  • ayam kampung
  • ikan yang hidup di air yang tidak tercemar, seafood termasuk kerang dan lain-lain

CATATAN:

  • sayur, buah-buahan dan biji-bijian bisa dihaluskan terlebih dahulu;
  • dapat menggunakan gula untuk anak autis;
  • bagi anak autism yang tidak peka terhadap gula, dapat menggunakan gula sedikit saja;
  • minyak sayur/mentega yang digunakan disarankan yang berasal dari sayur-sayuran

Nutrien yang diperlukan (sumber: nutritional healing, 2006):
1. Calcium 1.500 mg/hari dan Magnesium 1.000mg/hari. Ini penting untuk kinerja otak yang normal dan fungsi sistem nervous
2. Choline 500-2.000mg/hari. Ini meningkatkan fungsi otak dan sirkulasi ke otak. Gunakan di bawah pengawasan medis
3. Co enzyme Q-10 dan Dimethylglycine 100mg/hari. Meningkatkan fungsi otak, pembawa oksigen ke otak
4. Vitamin B Kompleks. Berisi Vitamin B3 (50mg 3kali sehari), B5 (500mg perhari), B6 (50 mg 3 kali sehari). Ini penting untuk kinerja otak yang normal dan fungsi sistem nervous
5. vitamin C 5-20 gram/hari yang sangat ampuh untuk melawan radikal bebas


read more

AXOGY AIR MINUM OKSIGEN UNTUK AUTISME

0 komentar
AXOGY AIR MINUM OKSIGEN UNTUK AUTISME


AX
OGY
adalah air minum yang diolah menggunakan teknologi canggih sehingga mampu menghasilkan air minum dengan kandungan mineral an-organik yang rendah. Umumnya air mengandung oksigen antara 4 - 6 ppm, sedang air pegunungan kandungan oksigennya dapat mencapai 8 ppm. Dengan kemajuan teknologi, sekarang kadar oksigen dalam air dapat ditingkatkan hingga 80 ppm. Demikian halnya dengan AXOGY juga diproses melalui alat yang mampu meningkatkan serta mengikat kandungan oksigen yang ditambahkan ke dalam air minum (oksigen terlarut).

read more

Terapi Air Oksigen untuk Autisme

0 komentar

Terapi Air Oksigen untuk Autisme

Tidak mudah bagi orang tua untuk mendengar diagnose autisme yang diberikan oleh dokter pada anaknya. Pasti ada perasaan shock, takut, putus asa dan bingung. Seperti kisah ibu anita berikut ini:

Sikecil Romy suka bermain sendirian sejak berumur 2 tahun. Ia sering marah dan gusar bila ditemenin bermain bocah ini juga cenderung cuek terhadap lingkungannya. Romy tidak mau menyahut jika dipanggil, ia ogah berkomunikasi dengan siapapun. Ia asyik dengan dirinya sendiri.

Awalnya, ibunda, Nyonya Anita, menganggap putranya tak punya kelainan. Ia menyangka, Putranya cuma ogah ditemani. Tetapi, karena kebiasaan itu tak kunjung berubah sampai usia 3 tahun, bunda Anita mulai khawatir. Ia lantas membawa si kecil ke ahli psikiatri. Hasil analisis psikiater, Romy mengalami autisme. Nyonya Anita kaget bukan kepalang setelah mengetahui kondisi putranya, mengingat selama ini anak autisme tergolong sulit ditangani. Nyonya Anita pun tak habis pikir mengapa anaknya bisa terkena autism, mungkin hal ini juga dialami oleh anda dan keluarga ?

Ada banyak sekali teori mengenai penyebab Autism, mulai dari gangguan metabolism, keracunan bahan toksik, seperti mercury yang diklaim masuk ke tubuh anak dari imunisasi yang mengandung themirosal, sampai kelainan genetik. Juga adanya multiple food allergy, gangguan pencernaan, peradangan dinding usus, adanya exomorphin dalam otak (yang terjadi dari casein dan gluten), gangguan kesimbangan mineral tubuh, dan keracunan logam berat seperti timbal, (pb), mercury (Hg), Arsen (As), Cadminium (Cd), dan Antimoni(Sb). Logam-logam berat diatas semuanya berupa racun otak yang kuat . Belum lagi teori mitocondrial dysfunction, dan oxydative stress.

Hal-hal diatas diklaim mempengaruhi susunan saraf pusat sedemikian rupa, sehingga fungsi otak terganggu. Gangguan tersebut bisa memperberat gejala autisme yang sudah ada, atau bahkan bisa juga bekerja sebagai sebagai pencetus dari gejala timbulnya autisme.

Kaitan genetik dengan autisme muncul dari pernyataan Steven Scherer, peneliti di Unversitas Toronto Canada. Ia bersama para ilmuwan dari sejumlah negara melakukan penelitian tentang autisme yang didanai Autisme Genome Project cabang Canada. Scherer bersama para ilmuwan dari sembilan negara mengumpulkan gen dari 1.168 keluarga dan menyimpulkan bahwa 90% dari penyebab autisme adalah ‘gen’, seperti dikutip oleh ABCnews.com, senin pekan silam. Ia menyatakan bahwa studi itu belum tuntas. Kemungkinan Scherer bisa merampungkan penelitian singkat tiga tahun lagi.

Mengetahui gejala Autisme untuk agar terdiagnosa lebih dini bisa sangat membantu . Caranya dapat anda lakukan dengan beberapa langkah, pertama, perhatikan kemampuan bicara anak, 40% anak autis tidak pernah bicara . atau anak sering membeo tetapi tidak bermaksud bercanda, atau bicara dengan nada monoton, dan tidak bisa mengontrol kekerasan suaranya. Langkah kedua coba perhatikan apakah anak anda memiliki keterikatan yang tidak normal terhadap benda tertentu. Sering meutar mainan atau menjatuhkan secara sengaja secara terus menerus, atau selalu menyusun mainan dalam susunan yang sama. Ketiga perhatikan apakah anak anda senang menatap sinar terang dari televisi misalnya. Dan terakhir apakah anak anda punya kebiasaan makan di kursi yang sama dengan makanan dan waktu yang sama setiap hari? Hal-hal tersebut diatas bisa jadi merupakan gejala autism.

Pengobatan autis sangat banyak dan seringkali tidak disertai dasar sains untuk mendukung efektifitasnya. Mulai dari NAET sampai theraphy lumba-lumba , dengan bukti kesembuhan yang belum jelas. Juga penguunaan obat psikoaktif seperti antikonvulsan, antidepresan, stimulan, dsb.
Anak autis punya respon yang beragam dalam menjalanim pengobatan ini, namun mengingat efek samping yang merugikan, pengobatan dengan obat psikoaktif mulai ditinggalkan.

Tidak ada pengobatan tunggal untuk membantu anak autis secara maksimal. Gabungan dari pendidikan dini khusus, terapi wicara, terapi kemampuan sosial , dll. Tujuan utama pengobatan autis adalah untu mengurangi kelainan pada anak dan stress pada keluarga, juga untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian anak kelak.

Pengobatan autis sangat mahal, apalagi jika menghitung biaya tidak langsung dalam pengobatannya. Sebuah penelitian menghitung biaya rata-rata 3.2 juta dolar pada tahun 2003 untuk anak-anak autis yang lahir di tahun 2000, dengan rincian biaya medis 10% , pendidikan ekstra khusus autis 30%, dan 60% dari hilangnya potensi produktifitas dari orang tua maupun anak autis kelak setelah dewasa. Bagi keluarga yang tidak memiliki polis asuransi bagi anaknya, maka biaya ini dapat membuat mereka jatuh dalam masalah keuangan.

Belakangan ini penggunaan oksigen untuk menangani autis mulai menjamur. Hasilnya sangat bervariasi, namun banyak laporan dari keluarga penderita autism bahwa hasilnya sangat memuaskan sehingga ini tentu saja merupakan harapan baru dalam pengobatan autism. Salah satu metode pemberian oksigen kepada anak autis adalah dengan Hyperbaric Oxygen Theraphy (HBOT).

HBOT meningkatkan konsentrasi oksigen pada jaringan otak, sehingga memungkinkan tubuh untuk memperbaiki metabolism jaringan otak, menerima nutrisi dan memperbaiki kerusakan. Terutama bagi sel otak yang sedang “diam”, kondisinya baik tetapi tidak tahu bagaimana untuk berfungsi normal. Kadar oksigen yang tinggi mengurangi pembengkakan atau kelebihan cairan pada otak yang mungkin menekan otak sehingga fungsinya terganggu.

Banyak ilmuwan setuju tentang besarnya peranan oksigen dalam tejadinya penyakit. Kekurangan oksigen menimbulkan banyak gangguan, tetapi kelebihan oksigen pun dapat memicu stress oksidatif yang dapat menjadi lebih parah dengan pemberian oksigen secara langsung.


read more

Integrasi Sensori

0 komentar

Integrasi Sensori

Integrasi sensoris berarti kemampuan untuk mengolah dan mengartikan seluruh rangsang sensoris yang diterima dari tubuh maupun lingkungan, dan kemudian menghasilkan respons yang terarah.
Disfungsi dari integrasi sensoris atau disebut juga disintegrasi sensoris berarti ketidak mampuan untuk mengolah rangsang sensoris yang diterima.
Gejala adanya disintegrasi sensoris bisa tampak dari : pengendalian sikap tubuh, motorik halus, dan motorik kasar. Adanya gangguan dalam ketrampilan persepsi , kognitif, psikososial, dan mengolah rangsang.
Namun semua gejala ini ada juga pada anak dengan diagnosa yang berbeda, misalnya anak dengan ASD. Diagnosa disintegrasi sensoris tidak boleh ditegakkan kalau ada tanda-tanda gangguan pada Susunan Saraf pusat.

Terapi integrasi sensoris :
Aktivitas fisik yang terarah, bisa menimbulkan respons yang adaptif yang makin kompleks. Dengan demikian efisiensi otak makin meningkat.
Terapi integrasi sensoris meningkatkan kematangan susunan saraf pusat, sehingga ia lebih mampu untuk memperbaiki struktur dan fungsinya.
Aktivitas integrasi sensoris merangsang koneksi sinaptik yang lebih kompleks , dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas untuk belajar.

read more

Terapi Biomedik

0 komentar

Terapi Biomedik

Akhir-akhir ini terapi biomedik banyak diterapkan pada anak dengan ASD. Hal ini didasarkan atas penemuan-penemuan para pakar, bahwa pada anak-anak ini terdapat banyak gangguan metabolisme dalam tubuhnya yang mempengaruhi susunan saraf pusat sedemikian rupa, sehingga fungsi otak terganggu. Gangguan tersebut bisa memperberat gejala autisme yang sudah ada, atau bahkan bisa juga bekerja sebagai pencetus dari timbulnya gejala autisme.

Yang sering ditemukan adalah adanya multiple food allergy, gangguan pencernaan, peradangan dinding usus, adanya exomorphin dalam otak (yang terjadi dari casein dan gluten), gangguan keseimbangan mineral tubuh, dan keracunan logam berat seperti timbal hitam (Pb), merkuri (Hg), Arsen (As), Cadmium (Cd) dan Antimoni (Sb). Logam-logam berat diatas semuanya berupa racun otak yang kuat.

Yang dimaksud dengan terapi biomedik adalah mencari semua gangguan tersebut diatas dan bila ditemukan, maka harus diperbaiki , dengan demikian diharapkan bahwa fungsi susunan saraf pusat bisa bekerja dengan lebih baik sehingga gejala-gejala autisme berkurang atau bahkan menghilang.

Pemeriksaan yang dilakukan biasanya adalah pemeriksaan laboratorik yang meliputi pemeriksaan darah, urin, rambut dan feses. Juga pemeriksaan colonoscopy dilakukan bila ada indikasi.

Terapi biomedik tidak menggantikan terapi-terapi yang telah ada, seperti terapi perilaku, wicara, okupasi dan integrasi sensoris. Terapi biomedik melengkapi terapi yang telah ada dengan memperbaiki “dari dalam”. Dengan demikian diharapkan bahwa perbaikan akan lebih cepat terjadi.

Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 30 April 2009 16:59 )

read more

Psikotes Bagi Anak Autis

0 komentar

Psikotes Bagi Anak Autis

Sumber : Buletin Berita Mandiga, No. 3 / September 2002

Pada anak autis, menjalani prosedur psikotes standar yang biasanya dilakukan biro-biro konsultasi psikologi umumnya sulit dilakukan. Anak autis sulit memusatkan konsentrasi, memahami instruksi tes, mempergunakan waktu tes secara efisien dan berperilaku ‘pas’ pada saat proses pelaksanaan tes. Padahal sering sekolah tertentu mempersyaratkan kasil Psikotes anak, atau mungkin orang tua ingin mengetahui kapasitas intelegensi yang dimiliki anaknya. Untuk mengetahui masalah tersebut, kami akan bahas lebih jauh seputar topik tersebut.

Secara umum intelegensi didefinisikan sebagai : Kapasitas seseorang untuk bertindak secara terencana, berfikir rasional dan berhubungan secara efektif dengan lingkungannya.

Intelegensi diukur dengan alat bantu psikotes dengan hasil akhir satuan yang populer disebut IQ (Inteligence Quotient). Komposisi IQ terdiri dari beberapa aspek yang dikelompokkan dalam 2 golongan besar yaitu :

  • IQ Verbal
  • IQ Non Verbal

Tes yang secara komprehensif mengukur IQ anak dan umumnya digunakan di Indonesia adalah :

  • Wechsler Inteligence Scale for Childern (WISC) atau
  • Wechsler Preschool & Primary Scales of Inteligence (WPPSI)

Bagi anak autis yang umumnya mengalami gangguan dalam perkembangan bahasa, sudah pasti hasil IQ verbalnya rendah. Sangatlah tidak adil bila mereka secara dini kemudian divonis keterbelakangan mental / mentally reterded.

Kendala lainnya, psikotes pada umumnya menuntut anak mengerjakan soal dalam waktu yang terbatas (time limit). Padahal seperti kita ketahui bersama, anak autis sangat sulit untuk memusatkan konsentrasi, sehingga perlu waktu lebih untuk mengarahkan perhatiannya.

Jadi bila inteligensi anak autis diukur dengan menggunakan tes ini, hasilnya sudah dapat dipastikan tidak mencerminkan potensi anak yang sesungguhnya. Lalu bagaimana cara pemecahannya? Pilihlah tes yang mengukur aspek-aspek kecerdasan secara terpisah, dimana salah satu tes yang tepat adalah pengukuran inteligensi non Verbal.

Pengertian Inteligensi Non Verbal : Sesuai dengan kata ‘non verbal’ berarti tidak dipengaruhi ‘bahasa’

Adapun definisi Inteligensi non verbal adalah sebagai berikut :

Kemampuan yang tidak berhubungan dengan bahasa, yang meningkatkan kapasitas seseorang untuk berfungsi secara terencana, efektif dan rasional.

Individu dengan Inteligensi Non Verbal tinggi biasanya berhasil di bidang matematika, geometri, engineering, mekanika, seni dan musik.

Inteligensi non verbal dibedakan atas 2 strata kemampuan, yaitu :

  • LOW ORDER SKILLS

Keterampilan yang berhubungan dengan proses menginterpretasi, mengorganisir dan memanipulasi ciri-ciri non simbolik dan konkrit dari stimulus (seperti misalnya ukuran, warna, bentuk, tekstur).

  • HIGH ORDER SKILLS

Lebih bersifat pemecahan masalah, penalaran, bersifat abstrak.

Untuk mengukur Inteligensi non verbal digunakan psikotes khusus non verbal. Untuk meminimalkan peran dari bahasa, tes ini dirancang sedemikian rupa sehingga soal dibuat tanpa menggunakan ‘kata’, melainkan dalam bentuk ‘presentasi visual/gambar’. Instruksi test maupun respon yang diminta juga non verbal (isyarat, manipulasi benda, menggambar, menunjuk jawaban).

Kemampuan yang dapat diukur dengan Test Inteligensi Non Verbal, antara lain :

  • Discrimination

Diukur dengan meminta anak menetapkan gambar / kata yang berbeda, misalnya mana yang berbeda gajah – kuda – monyet – truk.

  • Generalisasi

Menemukan kata yang memiliki kesamaan dalam hal-hal tertentu dengan stimulus, misalnya : mana yang serupa dengan pohon : mobil – manusia – berjalan.

  • Motor behavior

Berkaitan dengan gerakan, baik motorik halus atau motorik kasar, misalnya : manipulasi blok, copy design.

  • Berfikir induksi

Menemukan aturan / pola pada stimulus, misalnya mengapa benda tertentu dapat ditarik magnet?

  • Comprehension

Pemahaman yang melibatkan kaidah umum.

  • Sequencing

Kemampuan melihat hubungan yang progresif dari serangkaian stimulus.

  • Detail recognition

Kemampuan melihat detail stimulus, biasanya dengan melihat atau membuat gambar.

  • Analogi

Berkaitan dengan diskriminasi, generalisasi, pengetahuan umum dan kosakata.

  • Abstract Reasoning

Kemampuan memecahkan masalah yang menuntut kemampuan induksi dan abstraksi.

  • Memory

Kemampuan mengingat / daya ingat.

  • Pattern Completing

Mengidentifikasi bagian yang hilang dari gambar, pola, matriks.

  • General Information

Kemampuan dasar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan faktual.

  • Vocabulary

Arti dari kata.

CTONI (Comprehensive Test of Nonverbal Intelligence)


Tes ini terdiri dari 6 subtest yang berbeda tetapi saling berhubungan dalam mengukur kemampuan inteligensi non verbal. Secara empiris test ini telah teruji reabilitas maupun validitasnya (sampel yang digunakan 2901 orang dari 30 negara bagian) dan dirancang untuk anak usia 6 tahun sampai dewasa.

CTONI merupakan tes non verbal yang mengukur High Order Cognitive Ability :

  • Problem solving
  • Reasoning
  • Abstract thinking

Kemampuan yang diukur adalah :

  • Penalaran logis
  • Klasifikasi kategori dan
  • Panalaran urutan

Adapun presentasi soal berupa :

  • Gambar benda yang familiar dalam kehidupan sehari-hari
  • Gambar desain geometris

Hasil akhir dari tes ini berupa indeks

  • Inteligensi non verbal (keseluruhan)
  • Inteligensi non verbal gambar
  • Inteligensi non verbal geometris

Hasil akhir dari NIQ digolongkan sebagai berikut :

  • 131 – 165 Sangat superior
  • 121 – 130 Superior
  • 111 – 120 Di atas rata-rata
  • 90 – 110 Rata-rata
  • 80 – 89 Di bawah rata-rata
  • 70 – 79 Rendah
  • 35 – 69 Sangat rendah

NIQ tinggi berarti individu memiliki kemampuan yang baik dalam :

  • Melihat hubungan perceptual, logis dan abstrak
  • Penalaran tanpa kata-kata
  • Memecahkan teka-teki mental yang melibatkan elemen progresif
  • Membentuk asosiasi yang berarti antar obyek dan antar disain geometris.

NIQ rendah berarti kesulitan dalam :

  • Menangani informasi non verbal
  • Menerima data visual
  • Mengorganisir materi-materi yang melibatkan ruang / spasial.
  • Memahami aspek abstrak dari simbol-simbol visual.

PNIQ (pictorial NIQ) adalah indeks dari pemecahan masalah dan penalaran dimana gambar-gambar obyek yang dikenal digunakan dalam tes. Karena gambar-gambar tersebut memiliki naka, maka kemungkinan individu akan menggunakan kata-kata (berbicara/berpikir dalam bentuk kata-kata) ketika melaksanakan tes. Jadi ada pengaruh dari kemampuan verbal individu.

GNIQ (Geometric NIQ) adalah indeks dari pemecahan masalah dan penalaran dimana desain-desain yang tidak dikenal digunakan dalam tes. Karena itu merupakan kemampuan non verbal yang murni. Pada umumnya PNIQ dan GNIQ berada di taraf yang sama, kemungkinan disebabkan oleh aspek kemampuan bahasa (PNIQ > GNIQ).

Penutup :

CTONI dapat menjadi alternative bagi orang tua untuk mengevaluasi kecerdasan anaknya.

Sebagai alat tes non verbal kelebihan CTONI adalah :

  • Non Language Tes : bersifat lebih universal, peran bahasa dieliminir seminimal mungkin.
  • Mengukur High Order Skills : kemampuan penalaran lebih tingi.
  • Work Limit : bukan time limit, jadi kecepatan kerja anak tidak mempengaruhi hasil.

Untuk informasi lebih lanjut seputar tes CTONI, anda dapat menghubungi : MandigaDengan Ibu UniTelp. (021) 7220153 Sumber bacaan : Examiner’s manual CTONI (Comprehensive Test of Non Verbal Intellegense), Donald D. Hammil, Nils A Pearson dan J. Lee Wiederholt, 1997, Pro-ed, Incl, Texas.

read more

Terapi Perilaku

0 komentar

Terapi Perilaku


Terapi perilaku, berupaya untuk melakukan perubahan pada anak autistik dalam arti perilaku yang berlebihan dikurangi dan perilaku yang berkekurangan (belum ada) ditambahkan.
Terapi perilaku yang dikenal di seluruh dunia adalah Applied Behavioral Analysis yang diciptakan oleh O.Ivar Lovaas PhD dari University of California Los Angeles (UCLA).

Dalam terapi perilaku, fokus penanganan terletak pada pemberian reinforcement positif setiap kali anak berespons benar sesuai instruksi yang diberikan. Tidak ada hukuman (punishment) dalam terapi ini, akan tetapi bila anak berespons negatif (salah/tidak tepat) atau tidak berespons sama sekali maka ia tidak mendapatkan reinforcement positif yang ia sukai tersebut. Perlakuan ini diharapkan meningkatkan kemungkinan anak untuk berespons positif dan mengurangi kemungkinan ia berespons negatif (atau tidak berespons) terhadap instruksi yang diberikan.

Secara lebih teoritis, prinsip dasar terapi ini dapat dijabarkan sebagai A-B-C; yakni A (antecedent) yang diikuti dengan B (behavior) dan diikuti dengan C (consequence). Antecedent (hal yang mendahului terjadinya perilaku) berupa instruksi yang diberikan oleh seseorang kepada anak autis. Melalui gaya pengajarannya yang terstruktur, anak autis kemudian memahami Behavior (perilaku) apa yang diharapkan dilakukan olehnya sesudah instruksi tersebut diberikan, dan perilaku tersebut diharapkan cenderung terjadi lagi bila anak memperoleh Consequence (konsekuensi perilaku, atau kadang berupa imbalan) yang menyenangkan.

Tujuan penanganan ini terutama adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan anak terhadap aturan. Terapi ini umumnya mendapatkan hasil yang signifikan bila dilakukan secara intensif, teratur dan konsisten pada usia dini.


read more

Kenali Autisme

0 komentar

Kenali Autisme

Email Cetak PDF
Anak-anak penyandang spektrum autisme biasanya memperlihatkan setidaknya setengah dari daftar tanda-tanda yang disebutkan di bawah ini. Gejala-gejala autisme dapat berkisar dari ringan hingga berat dan intensitasnya berbeda antara masing-masing individu.

Hubungi profesional yang ahli dalam perkembangan anak dan mendalami bidang autisme, jika anda mencurigai anak anda memperlihatkan setidaknya separuh dari gejala-gejala ini :

Sulit bersosialisasi dengan anak-anak lainnya
Tertawa atau tergelak tidak pada tempatnya
Tidak pernah atau jarang sekali kontak mata
Tidak peka terhadap rasa sakit
Lebih suka menyendiri; sifatnya agak menjauhkan diri.
Suka benda-benda yang berputar / memutarkan benda
Ketertarikan pada satu benda secara berlebihan
Hiperaktif/melakukan kegiatan fisik secara berlebihan atau
malah tidak melakukan apapun (terlalu pendiam)

Kesulitan dalam mengutarakan kebutuhannya; suka
menggunakan isyarat atau menunjuk dengan tangan
daripada kata-kata
Menuntut hal yang sama; menentang perubahan atas hal-hal yang
bersifat rutin

Tidak peduli bahaya
Menekuni permainan dengan cara aneh dalam waktu lama
Echolalia (mengulangi kata atau kalimat, tidak berbahasa biasa)
Tidak suka dipeluk (disayang) atau menyayangi
Tidak tanggap terhadap isyarat kata-kata; bersikap seperti orang tuli
Tidak berminat terhadap metode pengajaran yang biasa
Tentrums – suka mengamuk/memperlihatkan kesedihan tanpa alasan yang jelas

Kecakapan motorik kasar/motorik halus yang seimbang (seperti tidak mau menendang bola namun dapat menumpuk balok-balok)

Catatan : Daftar di atas bukan pengganti diagnosa. Hubungi profesional yang ahli untuk memperoleh diagnosa lengkap
Pemutakhiran Terakhir ( Minggu, 24 Mei 2009 23:30 )

read more

Deteksi Dini Autisme

0 komentar

Deteksi Dini Autisme

Email Cetak PDF
Bila gejala autisme dapat dideteksi sejak dini dan kemudian dilakukan penanganan yang tepat dan intensif, kita dapat membantu anak autis untuk berkembang secara optimal.
Untuk dapat mengetahui gejala autisme sejak dini, telah dikembangkan suatu checklist yang dinamakan M-CHAT (Modified Checklist for Autism in Toddlers). Berikut adalah pertanyaan penting bagi orangtua:
1. Apakah anak anda tertarik pada anak-anak lain?
2. Apakah anak anda dapat menunjuk untuk memberitahu ketertarikannya pada sesuatu?
3. Apakah anak anda pernah membawa suatu benda untuk diperlihatkan pada orangtua?
4. Apakah anak anda dapat meniru tingkah laku anda?
5. Apakah anak anda berespon bila dipanggil namanya?
6. Bila anda menunjuk mainan dari jarak jauh, apakah anak anda akan melihat ke arah mainan tersebut?

Bila jawaban anda TIDAK pada 2 pertanyaan atau lebih, maka anda sebaiknya berkonsultasi dengan profesional yang ahli dalam perkembangan anak dan mendalami bidang autisme.
Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 30 April 2009 16:56 )

read more

Terapi Wicara

0 komentar

Terapi Wicara

Email Cetak PDF
Terapis Wicara adalah profesi yang bekerja pada prinsip-prinsip dimana timbul kesulitan berkomunikasi atau ganguan pada berbahasa dan berbicara bagi orang dewasa maupun anak. Terapis Wicara dapat diminta untuk berkonsultasi dan konseling; mengevaluasi; memberikan perencanaan maupun penanganan untuk terapi; dan merujuk sebagai bagian dari tim penanganan kasus.

Ganguan Komunikasi pada Autistic Spectrum Disorders (ASD):
Bersifat: (1) Verbal; (2) Non-Verbal; (3) Kombinasi.

Area bantuan dan Terapi yang dapat diberikan oleh Terapis Wicara:

  1. Untuk Organ Bicara dan sekitarnya (Oral Peripheral Mechanism), yang sifatnya fungsional, maka
    Terapis Wicara akan mengikut sertakan latihan-latihan Oral Peripheral Mechanism Exercises; maupun Oral-Motor activities sesuai dengan organ bicara yang mengalami kesulitan.
  2. Untuk Artikulasi atau Pengucapan:
    Artikulasi/ pengucapan menjadi kurang sempurna karena karena adanya gangguan, Latihan untuk pengucapan diikutsertakan Cara dan Tempat Pengucapan (Place and manners of Articulation). Kesulitan pada Artikulasi atau pengucapan, biasanya dapat dibagi menjadi: substitution (penggantian), misalnya: rumah menjadi lumah, l/r; omission (penghilangan), misalnya: sapu menjadi apu; distortion (pengucapan untuk konsonan terdistorsi); indistinct (tidak jelas); dan addition (penambahan). Untuk Articulatory Apraxia, latihan yang dapat diberikan antara lain: Proprioceptive Neuromuscular.
  3. Untuk Bahasa: Aktifitas-aktifitas yang menyangkut tahapan bahasa dibawah:
    1. Phonology (bahasa bunyi);
    2. Semantics (kata), termasuk pengembangan kosa kata;
    3. Morphology (perubahan pada kata),
    4. Syntax (kalimat), termasuk tata bahasa;
    5. Discourse (Pemakaian Bahasa dalam konteks yang lebih luas),
    6. Metalinguistics (Bagaimana cara bekerja nya suatu Bahasa) dan;
    7. Pragmatics (Bahasa dalam konteks sosial).
  4. Suara: Gangguan pada suara adalah Penyimpangandari nada, intensitas, kualitas, atau penyimpangan-penyimpangan lainnya dari atribut-atribut dasar pada suara, yang mengganggu komunikasi, membawa perhatian negatif pada si pembicara, mempengaruhi si pembicara atau pun si pendengar, dan tidak pantas (inappropriate) untuk umur, jenis kelamin, atau mungkin budaya dari individu itu sendiri.
  5. Pendengaran: Bila keadaan diikut sertakan dengan gangguan pada pendengaran maka bantuan dan Terapi yang dapat diberikan: (1) Alat bantu ataupun lainnya yang bersifat medis akan di rujuk pada dokter yang terkait; (2) Terapi; Penggunaan sensori lainnya untuk membantu komunikasi;

PERAN KHUSUS dari Terapi wicara adalah mengajarkan suatu cara untuk ber KOMUNIKASI:

  1. Berbicara:
    Mengajarkan atau memperbaiki kemampuan untuk dapat berkomunikasi secara verbal yang baik dan fungsional. (Termasuk bahasa reseptif/ ekspresif – kata benda, kata kerja, kemampuan memulai pembicaraan, dll).
  2. Penggunaan Alat Bantu (Augmentative Communication): Gambar atau symbol atau bahasa isyarat sebagai kode bahasa; (1) : penggunaan Alat Bantu sebagai jembatan untuk nantinya berbicara menggunakan suara (sebagai pendamping bagi yang verbal); (2) Alat Bantu itu sendiri sebagai bahasa bagi yang memang NON-Verbal.

Dimana Terapis Wicara Bekerja:

  1. Dirumah Sakit: Pada bagian Rehabilitasi, biasanya bekerjasama dengan dokter rehabilitasi bersama tim rehabilitasi lainnya (dokter, psikolog, physioterapis dan Terapis Okupasi).
  2. Disekolah Biasa: Tidak Umum di Indonesia. Pada bagian Penerimaan siswa baru, biasanya bekerjasama dengan guru, psikolog dan konselor. Menangani permasalah keterlambatan berbahasa dan berbicara pada tahap sekolah, dan memantau dari awal murid-murid dengan kesulitan atau gangguan berbicara tetapi masih dapat ditangani dengan pemberian terapi pada tahap sekolah biasa.
  3. Disekolah Luar Biasa: Pada bagian Terapi wicara, bekerjasama dengan guru dan professional lainnya pada sekolah tersebut. Biasanya memberikan konsultasi, konseling, evaluasi dan terapi
  4. Pada Klinik Rehabilitasi: Praktek dibawah pengawasan dokter, biasanya dengan tim rehabilitasi lainnya,
  5. Praktek Perorangan: Praktek sendiri berdasarkan rujukan, bekerjasama melalui networking. Biasanya memberikan konsultasi, konseling, evaluasi dan terapi.
  6. Home Visit: Mendatangi rumah pasien untuk pelayanan-pelayanan diatas dikarenakan ketidakmungkinan untuk pasien tersebut berpergian ataupun dengan perjanjian.

Evi Sabir-Gitawan BSc. Speech & Language Pathologist

Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 27 April 2009 15:15 )

read more