Rabu, 10 Februari 2010

Rabu, 10 Februari 2010 | 0 komentar
Suara Merdeka, 29 Januari 2010 | 17:45 wib

Peterseli si Pereda Batuk

image

Peterseli atau parsley tak hanya bermanfaat untuk bumbu dapur atau hiasan makanan saja. Tumbuhan yang dikenal dengan nama latin Petroselinumm Crispum itu ternyata adalah herba yang telah dikonsumsi berabad-abad lamanya. Si hijau yang cantik ini juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi, terutama vitamin A dan C.

Peterseli dapat berguna sebagai pereda batuk dan demam. Caranya dengan merebus 15 gram daun peterseli bersama 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Kemudian dinginkan dan saring. Minum air saringan itu sekaligus, untuk meredakan batuk serta demam Anda.

Air perasan peterseli juga bermanfaat menjaga kestabilan kandungan minyak bagi Anda yang memiliki kulit berminyak. Caranya, lumatkan peterseli segar dengan sendok kayu hingga keluar cairan atau sarinya. Campurkan dengan satu sendok madu. Lalu oleskan pada kulit wajah, diamkan selama 20-30 menit dan basuh dengan air hangat. Bilas lagi dengan air dingin dan keringkan dengan handuk. Lakukan setiap hari.

Demi menjaga kesegarannya, peterseli boleh dibekukan. Cuci bersih, iris halus dan simpan di lemari pendingin.

Namun perlu diketahui, peterseli tak baik jika dikonsumsi berlebihan, kandungan minyaknya bersifat toksik, dapat menyebabkan keracunan. Khusus bagi wanita hamil dan menyusui tak dianjurkan, sebab dapat menyebabkan kontraksi rahim. Demikian juga dengan penderita gangguan ginjal, karena dapat mengiritasi jaringan ginjal.

(berbagai sumber/@Y)

read more
0 komentar
Suara Merdeka 04 Februari 2010 | 17:14 wib

Bila Si Kecil Terserang Flu

image

TAK tega rasanya melihat si kecil gelisah akibat terserang pilek dan batuk. Terlebih jika gejala ini disertai dengan demam. Demikian juga yang Anda rasakan bukan? Kekhawatiran yang berlebih justru tidak akan memberikan penyelesaian yang baik. Karena itu, khususnya para ibu, baiknya mengetahui langkah tepat apakah yang yang harus diambil ketika berada dalam situasi itu.

Influensa (flu) dan common colds (pilek) sebenarnya merupakan dua gejala berbeda yang sama-sama disebabkan oleh virus. Namun gejala flu lebih berat dibanding gejala pilek. Misalnya disertai demam yang lebih tinggi. Bila buah hati Anda mengalaminya, segera berikan asupan cairan yang lebih banyak dari biasanya. Jika disertai demam, berikan juga parasetamol.

Akan tetapi di dunia medis, tak ada obat batuk dan pilek untuk bayi dan anak kecil. Itulah sebabnya mengapa di negara-negara maju, obat batuk pilek telah dilarang untuk bayi dan anak kecil. Obat sebenarnya dari gejala ini adalah daya tahan tubuh anak sendiri.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk menghentikan penularan virus ini di dalam rumah Anda. Antara lain cucilah tangan dengan benar, pakailah masker bagi si sakit dan buanglah tisu bekas ingus ke tempat sampah tertutup. Pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif pada bayi hingga usia 2 tahun terbukti berhasil meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan angka infeksi pada bayi dan anak kecil.

Kunyit Dapat Ringankan Flu

Ramuan tradisional juga dapat Anda gunakan jika bayi terserang pilek atau bersin-bersin. Dengan bahan dasar kunyit, ramuan ini dapat meringankan derita si kecil. Caranya mudah, cukup siapkan kunyit, minya kelapa dan minyak telon.

Ambil sesendok makan parutan kunyit, tambahkan sedikit minyak kelapa. Lalu, campuran itu di atas kompor kurang lebih satu menit. Kemudian taruh parutan pada piring atau mangkuk dan tambahkan minyak telon. Tunggu hingga hangat kuku sebelum dibalurkan ke wajah si sakit, tepatnya di daerah T dan di embun-embun bayi. Ramuan ini dapat diberikan dua jam sekali agar cairan dihidung mengental dan anak dapat kembali bernafas lega.

(prt, b8/@Y)

read more